Brendan Flanagan, mantan Kepala Rekrutmen Reading, mengungkapkan bahwa sikap pendiam Olise sempat disalahartikan oleh klub lain. Namun, keluarganya sangat berkomitmen pada perkembangan profesionalnya.

"Apa yang mungkin dianggap sebagai masalah di klub lain, karena dia pendiam, pemalu, dan tertutup, tetapi kami bisa bekerja dengan anak-anak seperti itu karena itu tidak membuat mereka nakal, hanya sedikit berbeda," kata Flanagan.

Flanagan sempat khawatir kehilangan pemain itu ketika ibu Olise meminta waktu untuk bekerja dengan seorang mentor setelah anaknya dilepas klub.

>>> Haru Pemakaman Ali Khamenei, Pelayat Tempuh 530 Km

"Dia berkata kami akan bekerja dengan seorang mentor karena dia jelas kurang percaya diri—dia dilepas dari Chelsea, dilepas dari Man City—dan kami hanya ingin memastikan bahwa saat dia datang kepada Anda, dia siap," ujar Flanagan.

Menurut Flanagan, keluarga itu menepati janji mereka. Olise segera menunjukkan komitmen luar biasa selama di Reading.

Olise memiliki rutinitas latihan yang intens, terkadang tiba berjam-jam sebelum jadwal latihan dimulai.

Ia sering datang pukul 7 pagi untuk latihan yang dimulai pukul 9, dan tertidur di mobilnya saat latihan dimulai.

Flanagan menambahkan bahwa keputusan Olise membela Prancis daripada Inggris, Nigeria, atau Aljazair sudah diduga karena pemantauan internasional sejak dini.

"Tidak mengejutkan bahwa dia memilih Prancis karena mereka yang pertama menghubunginya," kata Flanagan.

Mantan guru di Dr Triplett's CE Primary School di London mengenang bahwa sikap pendiam dan bakat olahraga elit Olise sudah terlihat sejak kecil.

Daniel Coker, mantan guru olahraga, langsung mengenali potensi atletik Olise saat melihatnya bermain di kompetisi sekolah dasar.

Ia memasukkan Olise ke setiap tim olahraga yang tersedia untuk memaksimalkan perkembangannya.