Faktor-faktor seperti stabilitas pekerjaan (apakah Anda karyawan tetap, freelancer, atau memiliki bisnis sendiri), jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan, status kepemilikan aset (seperti cicilan KPR), dan kondisi kesehatan keluarga, semuanya berperan dalam menentukan angka yang paling tepat.

Misalnya, pasangan muda dengan dua anak kecil dan salah satu pasangan bekerja sebagai freelancer mungkin membutuhkan dana darurat yang lebih besar (misal 9-12 bulan pengeluaran) dibandingkan dengan pasangan tanpa anak yang keduanya memiliki pekerjaan tetap di industri stabil (misal 3-6 bulan pengeluaran).

Hitunglah total pengeluaran bulanan Anda secara detail, termasuk cicilan, biaya makan, transportasi, pendidikan, dan kebutuhan lainnya.

Setelah itu, kalikan dengan jumlah bulan yang Anda rasa paling aman sesuai profil risiko keluarga Anda.

Lebih baik berlebihan sedikit daripada kekurangan saat dibutuhkan.

Tips Efektif Mengatur dan Mengumpulkan Dana Darurat

Memulai mengumpulkan dana darurat mungkin terasa berat, tetapi dengan strategi yang tepat, hal ini sangat mungkin dicapai.

Pertama, jadikan menabung dana darurat sebagai prioritas utama dalam anggaran bulanan Anda, setara dengan membayar tagihan penting lainnya.

>>> Swifties di Luar MSG Dapat Kue Kering dari Pernikahan Taylor Swift?

Otomatiskan proses menabung dengan mengatur transfer otomatis dari rekening gaji ke rekening khusus dana darurat setiap kali Anda menerima penghasilan.

Ini akan membantu Anda tetap disiplin dan mengurangi godaan untuk menggunakan uang tersebut untuk hal lain.

Kedua, cari cara untuk meningkatkan penghasilan atau mengurangi pengeluaran.

Anda bisa mencari pekerjaan sampingan (freelance), menjual barang-barang yang tidak terpakai, atau meninjau kembali pengeluaran bulanan untuk menemukan area yang bisa dihemat, seperti mengurangi langganan yang tidak terpakai atau memasak lebih sering di rumah.