>>> Teach You a Lesson Jadi Serial Korea Terlaris Kelima di Netflix

Layden percaya Sony telah memperdebatkan penghapusan drive cakram secara internal selama bertahun-tahun. Namun, perusahaan sebelumnya ragu karena infrastruktur internet global belum siap.

"Kapan kalian akan menyerah pada drive cakram?

Perasaan saya selalu: ketika saya yakin bahwa bandwidth broadband di seluruh dunia cukup baik untuk mendukung pengalaman unduhan," katanya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan akhirnya mencapai titik di mana mendukung basis pembeli fisik yang menyusut tidak lagi masuk akal secara finansial.

Media Fisik Masih Penting bagi Sebagian Pemain

Meskipun mengakui transformasi digital, Layden mencatat media fisik masih melayani audiens penting. Ia menyebut personel militer di pangkalan atau pemain di daerah dengan akses internet terbatas.

Ia juga menepis anggapan bahwa penjualan game bekas menjadi alasan utama keputusan Sony. "Penjualan game bekas masih terjadi, tetapi tidak lagi material bagi bisnis untuk dikhawatirkan," ujarnya.

Menurut Layden, keputusan ini mencerminkan evolusi industri game, di mana pembelian digital telah menjadi cara dominan konsumen membeli perangkat lunak.

Ke depan, Layden memperkirakan keputusan Sony akan berdampak pada pesaing, terutama dengan rumor bahwa perangkat keras Xbox generasi berikutnya akan semakin all-digital.

Apakah game fisik akan benar-benar hilang masih belum pasti.

Namun, Layden yakin pasar telah mencapai titik di mana distribusi digital mendorong keputusan bisnis, bukan nostalgia atau tradisi.

>>> Medaka Kuroiwa Is Impervious to My Charms Season 2 Tayang Januari 2027

Bagi gamer lama, ini adalah momen lingkaran penuh—masa depan yang dulu diejek Sony kini menjadi kenyataan.