>>> Kolaborasi Dua Raksasa Teknologi Produksi Chip AI Khusus pada 2026

Secara wilayah, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi pada Juni 2026.

Inflasi tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar 7,84% YoY, disusul Aceh sebesar 5,84% YoY.

Tingginya inflasi di sejumlah daerah tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya distribusi setelah penyesuaian harga BBM.

Ke depan, DEN mengingatkan risiko inflasi masih perlu diwaspadai seiring tingginya harga komoditas global dan potensi terjadinya fenomena El Nino.

Berdasarkan proyeksi FAO dan WMO, terdapat peluang sekitar 80% terjadinya El Nino selama periode Juni hingga Agustus 2026.

Sementara itu, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 yang berpotensi menekan produksi padi dan berbagai komoditas hortikultura.

Untuk mengantisipasi tekanan inflasi, pemerintah dan otoritas terkait telah menyiapkan sejumlah langkah.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,75% pada Juni 2026 guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi.

Di sektor pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat stabilisasi harga melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), mengusulkan bantuan pangan berupa telur dan daging ayam bagi 1,45 juta penerima dengan anggaran Rp17,8 triliun, serta memastikan stok beras nasional aman hingga Mei 2027 dengan cadangan Bulog mencapai 5,17 juta ton.

>>> Survei OECD: Banyak Mahasiswa Kemampuan Membaca Setara Anak Kelas 4 SD

Sementara itu, Kementerian Pertanian menjalankan strategi antisipasi, adaptasi, dan mitigasi dampak El Niño melalui dukungan puluhan ribu unit infrastruktur irigasi serta sarana penyediaan air yang tersebar di berbagai daerah.