Sementara itu, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Program ini mengintegrasikan pendidikan anak dan pemberdayaan ekonomi orang tua.

>>> Statistik Piala Dunia 2026: Messi dan Mbappe Bersaing Ketat di Puncak Top Skor

Melalui kolaborasi dengan Pemprov DKI, pemerintah juga akan memperbaiki rumah tinggal keluarga siswa agar lebih layak huni.

"Ini konsepnya, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis bapak presiden. Kolaborasi dengan Pak Gubernur DKI.

Nanti akan dibangun rumahnya, diperbaiki supaya lebih layak huni. Intinya, anaknya lulus, orang tuanya lebih mandiri, tidak bergantung pada bansos lagi," paparnya.

Para lulusan Sekolah Rakyat nantinya dibekali pilihan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil.

Saat ini program Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa di 166 titik di seluruh Indonesia.

Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah itu ditargetkan melonjak hingga sekitar 45 ribu siswa.

Khusus untuk SRMA 10 Jakarta, penjangkauan calon siswa baru tahun ini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Gus Ipul juga menegaskan aturan disiplin ketat di sekolah, tidak menoleransi bullying, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan intoleransi.

Suasana acara sempat haru saat Kepala SRMA 10 Jakarta, Ratu Mulyanengsih, menyampaikan kesaksiannya mendampingi para siswa.

Ia bangga melihat perubahan karakter anak didiknya yang kini luar biasa dan penuh percaya diri.

Salah satu contohnya adalah Naira Intan Safitri yang bertindak sebagai pembawa acara, tetap percaya diri meski ibunya telah tiada dan ayahnya berjuang melawan stroke.

Gus Ipul menilai kisah Naira menjadi bukti kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga yang mengalami keterbatasan.

Acara ditutup dengan antusiasme saat Gus Ipul dan Pramono memimpin siswa meneriakkan yel-yel khas Sekolah Rakyat.

>>> Dukung Sekolah Rakyat, Gubernur DKI Siap Carikan Lahan Tambahan

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta, Kemensos, para guru, dan orang tua murid.