McLaren masih menjadi satu-satunya tim pelanggan Mercedes yang belum menerima mesin upgrade keandalan terbaru pabrikan Jerman tersebut pada akhir pekan Grand Prix Inggris.

CEO McLaren Zak Brown mengonfirmasi hal itu di Silverstone, Jumat (3/7/2026). Ia menjelaskan bahwa penundaan ini murni karena siklus pemakaian mesin yang harus dijalani.

>>> Badai Dahsyat di Quebec Padamkan Listrik 20.000 Rumah

Mercedes memperkenalkan upgrade power unit yang mencakup baterai modifikasi dan peningkatan struktural pada balapan sebelumnya di Austria. Alpine dan Williams sudah menerima jatah mereka akhir pekan ini.

Siklus Mesin Jadi Kendala

Brown mengatakan bahwa tim harus menghabiskan sisa usia pakai mesin saat ini sebelum melakukan pergantian.

"Kami harus menjalani siklus mesin dan masih ada sisa usia pakai, jadi kami harus menunggu hingga penggantian mesin," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Williams mendapatkan upgrade lebih cepat karena Carlos Sainz mengalami masalah mesin sehingga perlu penggantian lebih awal.

"Saya tidak ingat persis skenario Alpine, tapi sepertinya mereka juga sudah mendapat dua unit," kata Brown.

Brown berharap upgrade tersebut bisa dipasang pada balapan berikutnya di Spa-Francorchamps. "Anda menginginkannya secepat mungkin, tapi Anda harus menjalani siklus mesin.

Kami akan segera mendapatkannya, mudah-mudahan untuk balapan berikutnya," jelasnya.

Optimistis Raih Kemenangan

Meskipun tertinggal dalam hal upgrade mesin, Brown tetap optimistis timnya bisa bersaing di papan atas musim ini. "Kami punya pekerjaan rumah, tapi kami akan mengejar.

>>> Badai Dahsyat di Quebec, 20.000 Rumah Tanpa Listrik

Saya pikir kami akan memenangkan balapan tahun ini, jadi saya cukup optimistis untuk masa depan," katanya.

Ia menilai persaingan musim ini sangat ketat dengan empat tim teratas berpeluang menang. "Kami perlu mengembangkan mobil dan mendapatkan mesin Mercedes baru.