“Alat ini bukan hanya memberikan gambaran kondisi kulit, tetapi juga menjadi entry point ke ekosistem dermatologi Erha Skincare Group yang telah terintegrasi, mulai dari teledermatologi, klinik Erha, hingga dukungan apoteker,” ujar Afril.

Menurutnya, pendekatan terintegrasi tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi kulit sekaligus akses konsultasi dengan ahli dermatologi secara lebih cepat.

Kehadiran AI di bidang kecantikan membawa perubahan besar dalam kebiasaan merawat kulit.

Jika sebelumnya seseorang harus datang ke klinik, kini identifikasi awal dapat dilakukan secara mandiri hanya dengan foto selfie dalam waktu sekitar tiga menit.

Hasil analisis tersebut dapat menjadi panduan untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit.

>>> KAI Gelar Kompetisi Desain Maskot untuk Bangun Aset Kekayaan Intelektual

Dengan demikian, masyarakat tidak lagi membeli skincare hanya karena rekomendasi influencer atau mengikuti tren yang sedang populer.