Tiga Wanita di Texas Didakwa Serang Wanita Lain dengan Teriakan 'Free Karmelo'
Tiga wanita di Texas menghadapi tuntutan pidana setelah diduga terlibat dalam penyerangan brutal terhadap seorang wanita di luar klub malam, dengan teriakan 'Free Karmelo' yang merujuk pada terpidana pembunuh Karmelo Anthony.
Menurut dokumen penangkapan yang baru dirilis, saksi mendengar sekelompok orang berteriak 'Free Karmelo' sesaat sebelum kekerasan terjadi pada 21 Juni.
>>> Lamine Yamal Tampil Lawan Austria? Status Bintang Spanyol di Piala Dunia
Seorang petugas keamanan melihat kerumunan berkumpul di luar klub malam dan mendengar seseorang berkata, 'Wanita kulit putih (ekspletif) berikutnya yang keluar, akan saya pukul.'
Tak lama kemudian, korban berjalan melewati area tersebut dan polisi mengatakan dia dikeroyok oleh sekelompok wanita.
Saksi lain yang tidak mengenal siapa pun yang terlibat mengaku mendengar seseorang berteriak, 'Wanita kulit putih mana pun bisa mendapatkannya,' diikuti dengan 'Free Karmelo' sebelum penyerangan.
Petugas keamanan memisahkan perkelahian dan membantu korban melarikan diri. Dokumen pengadilan menyebutkan korban menderita luka di bagian belakang kepala dan mata kanan.
Ciarrianne Fuller, Dejae Brown, dan Alana Mumphrey, semuanya berusia 21 tahun, didakwa dengan penyerangan yang menyebabkan cedera fisik.
>>> St. John's Kehilangan Donnie Freeman karena Cedera Achilles
Polisi mengatakan korban kemudian mengidentifikasi ketiga tersangka melalui media sosial.
Detektif juga menunjuk pada unggahan media sosial yang diduga dibuat oleh salah satu wanita sebelum insiden itu, yang bertuliskan 'takin' fades for Karmelo all day today', yang ditafsirkan sebagai referensi untuk sengaja mencari perkelahian.
Detektif juga menemukan utas teks yang berisi video penyerangan setelah menyebar secara online. Salah satu peserta diduga menulis, 'Kami seharusnya tidak melakukan itu (ekspletif) bro.'
Otoritas mengatakan mereka juga memantau obrolan media sosial tentang kemungkinan pembalasan terkait kasus ini dan berkoordinasi dengan FBI, tetapi tidak memiliki informasi yang menunjukkan adanya ancaman yang lebih luas terhadap keselamatan publik.
>>> Indonesia Modernisasi 4.582 Kapal Ikan untuk Tingkatkan Produksi
Karmelo Anthony baru-baru ini dijatuhi hukuman 35 tahun penjara karena pembunuhan Austin Metcalf pada tahun 2025 di sebuah pertemuan trek sekolah menengah di Texas.
Update Terbaru
Suhu Laut Pecahkan Rekor, Ilmuwan Peringatkan 'Wilayah Tak Bertanda'
Jumat / 03-07-2026, 01:36 WIB
County dengan 37 Pusat Data Minta Sekolah Matikan Lampu Hemat Listrik
Jumat / 03-07-2026, 01:35 WIB
Netflix Gunakan AI untuk Hidupkan Suara Gene Wilder, Fans Marah
Jumat / 03-07-2026, 01:35 WIB
Rencana Revitalisasi Konsol 3DO Batal karena Fragmentasi Hak Cipta
Jumat / 03-07-2026, 01:35 WIB
Aksesori Kirby untuk Nintendo Switch 2 Mulai Laris, Tapi Jangan Beli dari Calo
Jumat / 03-07-2026, 01:35 WIB
Josh Sawyer: Pilihan RPG Terbaik Bukan Sekadar Baik atau Jahat
Jumat / 03-07-2026, 01:35 WIB
Sutradara Resident Evil: Memasukkan Karakter Legendaris Terasa Tidak Alami
Jumat / 03-07-2026, 01:35 WIB
Gugatan: Pria Bipolar Bunuh Diri Gagal Setelah ChatGPT Perkuat Delusi Agamanya
Jumat / 03-07-2026, 01:31 WIB
Sutradara Resident Evil: Memasukkan Karakter Legendaris Terasa Tidak Alami
Jumat / 03-07-2026, 01:31 WIB
Analis: Nintendo Tak Akan Ikuti Sony Hentikan Game Fisik
Jumat / 03-07-2026, 01:31 WIB
Cha Eun Woo Resmi Dibaptis, Pilih Nama Baptis Yohanes
Jumat / 03-07-2026, 01:29 WIB
Pakar Pelestarian Game: Hentikan Membunuh Game Jika Tak Ingin Pembajakan
Jumat / 03-07-2026, 01:29 WIB
Final Fantasy 7 Revelation DLC Termasuk Story Expansion Pass di Epic Games Store
Jumat / 03-07-2026, 01:29 WIB
Pengembang Rockstar Tuduh Budaya Lembur 'Melekat' di Kontrak Kerja GTA 6
Jumat / 03-07-2026, 01:28 WIB






