Lumio mengumumkan peluncuran beta publik Project Neo, sebuah fitur penemuan konten berbasis perangkat lunak yang dibangun di atas aplikasi TLDR milik perusahaan.

Project Neo dirancang untuk menghilangkan kerumitan navigasi streaming modern.

>>> OPPO Reno16 5G dan Reno16c 5G Resmi Diluncurkan di India

Pengguna dapat mencari dan memutar konten di perangkat Lumio dengan mengirim pesan teks atau media melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan Instagram.

Alih-alih menggunakan remote tradisional atau menelusuri berbagai aplikasi streaming secara manual, pengguna cukup berinteraksi dengan Project Neo menggunakan bahasa sehari-hari.

Sistem saat ini mendukung input dalam bahasa Inggris, Hindi, dan Hinglish, lalu secara otomatis menampilkan dan mengantrekan konten yang diminta ke layar televisi.

Fokus pada Perangkat Lunak dan Niat Pengguna

Peluncuran Project Neo menandai pergeseran strategis bagi Lumio, yang kini lebih menekankan perangkat lunak dan pengalaman pengguna ketimbang spesifikasi perangkat keras tradisional.

Menurut Lumio, sistem ini beroperasi berdasarkan kebiasaan digital yang sudah ada.

Pengguna dapat mencari konten dengan menyebutkan judul, aktor, sutradara, genre, suasana hati, bahasa, atau deskripsi alur cerita yang samar.

Untuk pertanyaan terbuka—misalnya pengguna mengatakan bosan atau meminta saran—sistem akan menampilkan judul yang sedang tren dari semua platform streaming yang didukung.

Integrasi dengan Instagram memungkinkan pengguna membagikan konten multimedia seperti Reels, unggahan, poster, atau tangkapan layar film langsung ke antarmuka Project Neo.

>>> Junk Journal: Cara Kreatif dan Sederhana Kurangi Sampah Kertas

Perangkat lunak akan menganalisis gambar atau video untuk mengidentifikasi judul yang sesuai dan mentransfernya ke layar yang terhubung.

Beta publik Project Neo tersedia mulai hari ini melalui pembaruan di Google PlayStore.