Selain itu, Indonesia dan Belarus juga akan memperluas kerja sama di sektor pertanian, termasuk perdagangan sejumlah komoditas serta bahan baku pupuk.

"Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia," ujar Sugiono.

Ia menambahkan kunjungan kali ini menjadi lawatan kedua Lukashenko ke Indonesia setelah kunjungan pertamanya pada 2013.

Pemerintah berharap pertemuan tersebut semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Belarus merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota utama Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Indonesia dan EAEU telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas (Indonesia-EAEU Free Trade Agreement/FTA) pada Desember 2025 yang diharapkan dapat memperluas akses pasar kedua belah pihak.

Menjelang kunjungan kenegaraan tersebut, kerja sama kedua negara juga mulai mengerucut ke sejumlah proyek konkret.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengungkapkan Belarus meminta Indonesia memasok 14 ribu ton minyak sawit mentah (CPO) serta sekitar 120 ribu ton kakao per tahun.

>>> RI-Rusia Targetkan Implementasi Spaceport Biak pada 2027

Selain perdagangan komoditas, kedua negara juga menjajaki kolaborasi di bidang mekanisasi pertanian dan transfer teknologi alat mesin pertanian.