Peneliti Temukan Rute 153 Hari ke Mars, Ilmuwan Dorong Pertahanan Planet
"Ada kemungkinan 100% bahwa jika kita tidak melakukan sesuatu, asteroid berbahaya akan menghantam dan orang akan terluka serta terbunuh," kata Bruce Betts, kepala ilmuwan dan manajer program LightSail di The Planetary Society.
Betts mencatat bahwa dampak signifikan bisa terjadi kapan saja di masa depan.
"Bisa besok atau 100 tahun dari sekarang," ujarnya.
Menurut laporan Kantor Inspektur Jenderal NASA, para astronom telah mengkatalogkan hampir 40.000 objek dekat Bumi, namun banyak yang masih belum terlacak karena keterbatasan sensitivitas teleskop.
"Lebih penting menemukannya, karena Anda tidak bisa melakukan apa pun jika tidak tahu keberadaannya," kata Betts.
>>> VAURA Pilates Resmi Buka Studio Pertama di Indonesia, Target Pasar Wellness Premium
Ia menekankan bahwa infrastruktur pelacakan harus diperluas untuk mengidentifikasi objek saat masih jauh dari Bumi.
"Alasan utama kita belum mencapainya adalah karena kita belum memiliki teleskop dengan sensitivitas yang cukup untuk mendeteksi semua asteroid ini, terutama saat mereka jauh dari Bumi," tambahnya.
Kelompok pertahanan planet bekerja untuk menemukan objek-objek tersembunyi ini, karena batuan luar angkasa yang gelap tidak menghasilkan cahaya sendiri dan hanya memantulkan sedikit sinar matahari.
"Saya pikir salah satu risiko terbesar dalam pertahanan planet adalah kita tidak tahu di mana semua objek ini berada," kata Katie Kumamoto, kepala kelompok pertahanan planet di Lawrence Livermore National Laboratory.
Ia menjelaskan bahwa pemantauan canggih diperlukan untuk mencegah bencana regional atau global.
"Dan kami melakukan banyak pekerjaan untuk menemukannya," ujarnya.
Operasi sebelumnya seperti Uji Pengalihan Asteroid Ganda NASA berhasil mengubah orbit asteroid Dimorphos, membuktikan bahwa pengalihan fisik mungkin dilakukan.
"Kita belum banyak mengunjungi asteroid dalam sejarah manusia," kata Kumamoto. Ia menyatakan bahwa interaksi fisik kita dengan benda langit masih sangat terbatas.
Update Terbaru
PSSI Pastikan Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Kamis / 02-07-2026, 13:49 WIB
Aespa Rilis EP Jepang Perdana "Kiss N Tell" pada 24 Juli
Kamis / 02-07-2026, 13:49 WIB
Reddit Kembali Bisa Diakses di Indonesia Setelah 11 Tahun Diblokir
Kamis / 02-07-2026, 13:49 WIB
Dirut PT Pos Indonesia Daud Joseph Mundur Setelah Tiga Bulan Menjabat
Kamis / 02-07-2026, 13:49 WIB
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi di Sidang Perdana
Kamis / 02-07-2026, 13:49 WIB
Sultan HB X Bantah Cuti karena Sakit, Kembali Bertugas
Kamis / 02-07-2026, 13:49 WIB
Aldi Taher Tantang Baskara Putra Debat, Perselisihan Berawal dari Tulisan di Festival Musik
Kamis / 02-07-2026, 13:49 WIB
Galaxy A18 Tak Lagi Pakai Chip Exynos, Beralih ke MediaTek dan Qualcomm
Kamis / 02-07-2026, 13:45 WIB
Jakarta X Beauty 2026 Dibuka, Pengunjung Antre Serbu Diskon
Kamis / 02-07-2026, 13:45 WIB
The Simpsons Diklaim Prediksi Final Piala Dunia 2026, Ini Faktanya
Kamis / 02-07-2026, 13:45 WIB
T.O.P Gelar Fan Meeting di Istora Senayan Jakarta 19 September
Kamis / 02-07-2026, 13:43 WIB
Apple Siapkan iPad Pro Baru dan Redesain MacBook Pro Entry-Level pada 2027
Kamis / 02-07-2026, 13:43 WIB
Lightstorm, Microsoft, Singtel, dan Tata Communications Bangun Kabel Bawah Laut I-2SEA
Kamis / 02-07-2026, 13:42 WIB
Arti Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta Om Zein yang Dinilai Rendahkan Perempuan
Kamis / 02-07-2026, 13:42 WIB






