"Ada kemungkinan 100% bahwa jika kita tidak melakukan sesuatu, asteroid berbahaya akan menghantam dan orang akan terluka serta terbunuh," kata Bruce Betts, kepala ilmuwan dan manajer program LightSail di The Planetary Society.

Betts mencatat bahwa dampak signifikan bisa terjadi kapan saja di masa depan.

"Bisa besok atau 100 tahun dari sekarang," ujarnya.

Menurut laporan Kantor Inspektur Jenderal NASA, para astronom telah mengkatalogkan hampir 40.000 objek dekat Bumi, namun banyak yang masih belum terlacak karena keterbatasan sensitivitas teleskop.

"Lebih penting menemukannya, karena Anda tidak bisa melakukan apa pun jika tidak tahu keberadaannya," kata Betts.

>>> VAURA Pilates Resmi Buka Studio Pertama di Indonesia, Target Pasar Wellness Premium

Ia menekankan bahwa infrastruktur pelacakan harus diperluas untuk mengidentifikasi objek saat masih jauh dari Bumi.

"Alasan utama kita belum mencapainya adalah karena kita belum memiliki teleskop dengan sensitivitas yang cukup untuk mendeteksi semua asteroid ini, terutama saat mereka jauh dari Bumi," tambahnya.

Kelompok pertahanan planet bekerja untuk menemukan objek-objek tersembunyi ini, karena batuan luar angkasa yang gelap tidak menghasilkan cahaya sendiri dan hanya memantulkan sedikit sinar matahari.

"Saya pikir salah satu risiko terbesar dalam pertahanan planet adalah kita tidak tahu di mana semua objek ini berada," kata Katie Kumamoto, kepala kelompok pertahanan planet di Lawrence Livermore National Laboratory.

Ia menjelaskan bahwa pemantauan canggih diperlukan untuk mencegah bencana regional atau global.

"Dan kami melakukan banyak pekerjaan untuk menemukannya," ujarnya.

Operasi sebelumnya seperti Uji Pengalihan Asteroid Ganda NASA berhasil mengubah orbit asteroid Dimorphos, membuktikan bahwa pengalihan fisik mungkin dilakukan.

"Kita belum banyak mengunjungi asteroid dalam sejarah manusia," kata Kumamoto. Ia menyatakan bahwa interaksi fisik kita dengan benda langit masih sangat terbatas.