Ini menjadi program khusus untuk memperkuat pengembangan pangan lokal," kata Mentan Amran.

Salah seorang peserta dialog, Ronaldo Jakub Inesta, mahasiswa asal Papua Barat Daya, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Mentan Amran terhadap aspirasi mahasiswa.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting bagi mahasiswa Papua untuk menyampaikan langsung potensi daerah kepada pemerintah.

"Menurut saya, Pak Menteri orangnya tegas, rendah hati, dan sangat cekatan. Apa yang kami sampaikan langsung dicatat dan ditindaklanjuti.

Kesempatan seperti ini sangat baik karena jarang sekali mahasiswa bisa berdialog langsung dengan seorang menteri.

Kami bisa menyampaikan potensi daerah kami masing-masing agar pemerintah mengetahui langsung kekuatan pertanian di Papua," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, menilai Gerakan Kembali Berkebun bukan sekadar gerakan ekonomi, tetapi juga upaya menghidupkan kembali identitas budaya masyarakat Papua yang selama ini memiliki keterikatan kuat dengan tanah adat dan komoditas lokal.

"Gerakan kembali ke kebun bukan hanya gerakan ekonomi, tetapi juga gerakan budaya.

Kita ingin menghidupkan kembali komoditas-komoditas lokal yang menjadi bagian dari budaya luhur masyarakat Papua, sekaligus menjadikan tanah adat sebagai sumber kesejahteraan bagi generasi sekarang dan masa depan," kata Velix.

Velix menambahkan, setiap wilayah Papua memiliki keunggulan komoditas yang berbeda, mulai dari ubi jalar di kawasan pegunungan, sagu di wilayah rawa, hingga kopi, kakao, pala, dan berbagai komoditas perkebunan lainnya.

Karena itu, pembangunan pertanian berbasis potensi lokal menjadi strategi yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Mentan Amran berharap Gerakan Kembali Berkebun menjadi titik awal lahirnya generasi baru petani muda Papua yang mampu mengembangkan potensi daerahnya, memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Tanah Papua.

>>> Jakarta X Beauty 2026 Resmi Dibuka di JICC Senayan

Dengan semangat tersebut, Papua diharapkan tumbuh sebagai salah satu pusat kekuatan pertanian Indonesia di masa depan.