Menurut Mentan Amran, keterlibatan mahasiswa menjadi strategi penting dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Papua.

Pemerintah ingin generasi muda Papua tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja melalui pertanian modern berbasis potensi daerah.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa yang masih memiliki lahan keluarga untuk mulai mengelolanya sejak masih menempuh pendidikan.

"Saya ingin membangun Gerakan Pemuda Tani Papua. Kalau adik-adik mahasiswa punya lahan di kampung, mari kita tanam mulai sekarang.

Begitu lulus kuliah, pendapatannya bisa lebih tinggi daripada pegawai," ujar Mentan Amran.

Ia mencontohkan komoditas perkebunan seperti kopi dan pala yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, dengan memanfaatkan lahan keluarga sebagai modal awal, mahasiswa dapat membangun usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

>>> Rating TV Nasional per Kamis, 2 Juli 2026: Indosiar Dominasi, Terikat Janji dan Tiga Sinetron SCTV Bertahan di 10 Besar

"Kalau ada mahasiswa punya dua hektare lahan dan ditanami kopi atau pala, begitu selesai kuliah hasilnya sudah bisa menjadi sumber pendapatan.

Kita harus membangun ekonomi dari desa, membangun ekonomi dari tanah kita sendiri," tegasnya.

Dukungan Pemerintah untuk Petani Muda

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga memutuskan menambah bantuan pengembangan kopi seluas 100 hektare bagi kelompok petani muda Papua Pegunungan yang sebelumnya telah membuka lahan kopi seluas 48 hektare.

Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan alat pertanian seperti linggis, sekop, parang, dan peralatan lainnya untuk mendukung pengembangan pangan lokal, khususnya ubi jalar di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

"Untuk Papua Pegunungan dan Papua Tengah, kita siapkan bantuan alat pertanian sesuai kebutuhan karena komoditas utamanya adalah ubi.