Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengungkapkan bahwa peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) awalnya dipersiapkan menjadi Komponen Cadangan (Komcad).

Karena itu, para peserta sebelumnya diwajibkan mengikuti latihan dasar militer. Namun, konsep tersebut kini telah diubah.

>>> Niat Glow Up, Wanita Malah Alami Luka Bakar Permanen Usai Facial Mahal

Donny mengatakan peserta SPPI tidak lagi diproyeksikan menjadi Komcad. "Kami sudah sampaikan ke anggota Komisi I DPR untuk merevisi program ini.

Yang semula mereka akan menjadi komponen cadangan, kini kami tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara," ujarnya.

Ia menjelaskan materi yang diberikan kini hanya berfokus pada bela negara. Peserta memperoleh pembelajaran mengenai nasionalisme, patriotisme, disiplin, dan kepemimpinan.

Donny menegaskan peserta tidak lagi menerima materi taktik militer maupun penggunaan senjata. Setelah pembinaan bela negara selesai, peserta akan mengikuti pelatihan manajerial sesuai bidang tugas masing-masing.

>>> Ramalan Zodiak 2 Juli: Aries Jaga Ucapan, Taurus Percaya Kemampuan

Investigasi Kematian Peserta SPPI

Di sisi lain, Kemhan juga membentuk tim investigasi untuk mengusut meninggalnya lima peserta SPPI. Tim tersebut melibatkan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan.

"Kami sudah bentuk dan nanti akan kami tindak lanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan mengapa kok ini bisa terjadi," kata Donny.

Menurut Donny, penyebab kematian peserta berbeda-beda.

Namun, secara umum dipengaruhi oleh kelelahan, perubahan pola hidup, cuaca panas, hingga kondisi kesehatan yang telah dimiliki peserta sebelumnya.

>>> 11 Tahun Diblokir, Situs Reddit Bisa Diakses Lagi di Indonesia

Ia menyebut dua peserta meninggal akibat gangguan paru-paru. Sementara tiga peserta lainnya meninggal karena masalah jantung.