Selain soal komunikasi, Pritta juga menjelaskan pentingnya orang tua mengenali tanda awal gangguan kesehatan mental pada remaja.

Ia mengatakan indikator paling mudah dilihat adalah perubahan dalam rutinitas harian, terutama pola makan dan tidur.

Perubahan seperti nafsu makan yang menurun drastis, makan berlebihan saat stres, sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau mimpi buruk berulang bisa menjadi sinyal awal yang perlu diperhatikan.

Selain itu, orang tua juga perlu waspada jika anak kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya mereka sukai.

Misalnya, anak yang sebelumnya aktif bermain sepak bola atau menari tiba-tiba merasa malas dan enggan melanjutkan hobinya.

Namun Pritta menegaskan perubahan itu perlu dilihat dalam durasi yang konsisten, yakni lebih dari dua hingga tiga minggu, serta tidak dipicu oleh perubahan besar dalam hidup seperti pindah rumah, pindah sekolah, atau kehilangan orang terdekat.

"Kalau tanda-tanda itu muncul terus-menerus, orang tua sebaiknya jangan mendiagnosis sendiri," katanya. Pritta juga menekankan bahwa konsultasi ke psikolog tidak perlu menunggu sampai masalah menjadi besar.

>>> Pementasan Panggung Spirited Away Umumkan Tur Dunia 2026-2028

Sama seperti medical check-up rutin, mental health check-up juga penting dilakukan sebagai langkah pencegahan.