Lagu-lagu lain seperti "Hinagiku and Sakura" dan "montage" juga lahir dari eksperimen menggabungkan melodi romantis dengan elemen glitchy dan elektronika.

>>> Giselle dan Ningning Aespa Tunjukkan Tindik Pusar Serasi

Sutradara Yamamoto memberikan kebebasan penuh, bahkan saat Ushio mempresentasikan "Spring Song", reaksinya hanya "OK".

Ketika Ushio bertanya apakah perlu menambah instrumen, jawabannya adalah tidak perlu.

Lagu-lagu tersebut memiliki aransemen sederhana: hanya vokal dan ritme ala Jepang.

Ushio mengaku kesulitan karena jarang membuat lagu vokal, terutama untuk "Winter Song" yang liriknya gelap dan dinyanyikan dengan nada rendah.

Ia bahkan sempat frustrasi dan berteriak di studio saat mengerjakan tiga lagu musim lainnya.

Untuk "Hinagiku and Sakura", ia ingin menciptakan suara khidmat yang tidak terlalu bernuansa gereja maupun tradisional Jepang, sehingga ia memilih pendekatan bernuansa Celtic.

Paduan suara itu, bersama drum dan lonceng, membantu menghadirkan elemen supernatural dalam musik.

Ushio menekankan bahwa musiknya tetap didorong oleh melodi romantis, namun nuansa supernatural tetap hadir.

Ia juga memuji kerja Eriko Kimura dan Maiko Goda yang menurutnya luar biasa.

Contohnya, dalam lagu tema Hinagiku, ada jeda yang disisipkan di tengah lagu, hasil diskusi dengan sutradara Yamamoto.

Di Episode 1, jeda itu muncul saat adegan Nazuna menangis, dan Goda dengan cermat menyelaraskan jeda musik dengan potongan adegan.

Menurut Ushio, hanya Goda yang bisa menghasilkan dampak seperti itu, dan ia merekomendasikan penonton untuk memperhatikan detail tersebut.

Ushio mengaku senang akhirnya bisa mengerjakan proyek berdasarkan novel ringan modern seperti Agents of the Four Seasons, dan hasilnya menurutnya berkualitas tinggi.

>>> Acara Musik Korea Tak Lagi Hanya Soal K-Pop

Ia berharap penonton menikmati seri ini dan mendengarkan soundtracknya yang tersedia di platform streaming.