>>> 10 Bikini Merah Putih Biru Terbaik untuk Rayakan 4 Juli

Menurut Agus, risiko yang dihadapi perbankan saat ini tidak lagi terbatas pada risiko kredit, tetapi semakin multidimensi, termasuk ancaman keamanan siber.

"Risiko ke depan akan semakin multidimensi," ujarnya.

BEI Dorong Investor Berkualitas

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffry Hendrik menekankan pentingnya penguatan kualitas investor untuk mendukung pendalaman pasar modal.

Bersama OJK dan SRO, BEI terus mendorong peningkatan transparansi pasar, penyediaan data investor yang lebih granular, dan penguatan keterbukaan informasi.

"Kami yakin dengan transparansi yang lebih baik, akan ada trust yang lebih tinggi," kata Jeffry. Ia mengungkapkan jumlah investor domestik saat ini telah melampaui 28 juta.

Namun, peningkatan jumlah investor harus diiringi dengan peningkatan kualitas agar menjadi fondasi kuat bagi pasar modal.

Jeffry menegaskan pasar modal membutuhkan investor yang memiliki literasi dan pemahaman investasi memadai.

Investor juga perlu memahami profil risiko masing-masing dan tidak semata-mata mengikuti tren pasar. "Mampu melakukan analisis, tidak hanya ikut-ikutan apa kata influencer, tidak FOMO," ujarnya.

Pesan ini sejalan dengan strategi Bank Jakarta dalam menghadapi dinamika ekonomi. Agus mengatakan perusahaan tidak lagi mengejar pertumbuhan semata, melainkan mengutamakan pertumbuhan yang sehat dan berkualitas.

"Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas," kata Agus.

Baik sektor perbankan maupun pasar modal menilai kualitas akan menjadi faktor penentu dalam menjaga ketahanan industri keuangan ke depan.

>>> Sexyy Red Kirim Surat Emosional ke Hakim soal Gugatan Tay Keith

Transformasi digital, penguatan tata kelola, transparansi, serta peningkatan literasi keuangan menjadi fondasi penting menghadapi perubahan yang semakin cepat dan kompleks.