New Hampshire Luncurkan Sistem Notifikasi Jaminan Real-Time untuk Polisi
Gubernur New Hampshire Kelly Ayotte bersama aparat penegak hukum resmi meluncurkan sistem notifikasi jaminan baru yang memungkinkan polisi mengetahui secara real-time apakah tersangka memiliki kondisi jaminan yang masih berlaku.
Sistem ini menghubungkan semua perintah jaminan dari pengadilan ke dalam Sistem Telekomunikasi Online Polisi Negara Bagian (SPOTS) di Departemen Keamanan.
Dengan dana hibah federal sebesar $500.000, sistem ini memungkinkan petugas melihat keputusan pengadilan pada hari yang sama.
Cara Kerja Sistem
Mayor Polisi Negara Bagian Chad Lavoie, yang mengepalai biro informasi kehakiman, mengatakan sistem ini sudah aktif dan beroperasi penuh untuk penggunaan penegak hukum.
Informasi juga akan dibagikan ke Departemen Pemasyarakatan.
Sebelumnya, polisi harus menghubungi pengadilan tempat tersangka menghadapi perintah jaminan sebelumnya dan menavigasi sistem yang bergantung pada kertas.
Administrator Pengadilan Negara Chris Keating mengatakan semua staf pengadilan dan komisaris jaminan telah menerima pelatihan tentang cara memasukkan informasi ke alat digital ini.
Sistem ini akan mencakup nama dan tanggal lahir tersangka, pelanggaran utama terakhir yang menciptakan kondisi jaminan, dan apakah ketentuan tersebut mencakup perintah tidak menghubungi seseorang atau pembatasan lain seperti akses ke senjata api atau alkohol.
Setelah perintah jaminan dicabut atau selesai, catatan itu akan dihapus dari jaringan.
Keating menambahkan bahwa sistem ini diperbarui 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan mencakup rata-rata 700 perintah kondisi jaminan yang dikeluarkan setiap minggu di negara bagian.
Meskipun ada perubahan ini, Keating menekankan bahwa polisi masih dapat menghubungi pejabat pengadilan jika memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang kasus jaminan.
Latar Belakang Reformasi Jaminan
Tahun lalu, Ayotte menandatangani undang-undang yang mereformasi sistem jaminan, termasuk persyaratan bahwa pelanggar yang ditangkap karena salah satu dari selusin kejahatan paling keras harus menghadap hakim sebelum dibebaskan dengan jaminan.
Update Terbaru
Timex Luncurkan Jam Tangan Retro Marlin America 250 Edisi Khusus
Rabu / 01-07-2026, 07:07 WIB
Arti Kode Batang BBM Pertamina: Fungsi, Manfaat, dan Cara Pendaftaran
Rabu / 01-07-2026, 06:49 WIB
Cara Menggunakan WhatsApp Web di PC, Android, dan iOS Terbaru 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:49 WIB
Iran Ucapkan Terima Kasih ke Meksiko, Sebut Tijuana Rumah Kedua di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:49 WIB
Profil Andi Saputra, Satu-satunya Hakim yang Minta Nadiem Makarim Bebas
Rabu / 01-07-2026, 06:49 WIB
Paraguay Hadapi Prancis di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:45 WIB
Nadiem Makarim: Hakim Tahu Saya Tak Bersalah, Tapi Tak Berani Tatap Mata
Rabu / 01-07-2026, 06:45 WIB
Aturan Pajak JHT 16 Tahun Diprotes, DJP Sinyalkan Batas Bebas Pajak Naik
Rabu / 01-07-2026, 06:45 WIB
Kontroversi Karakter Werewolf Love and Deepspace Berujung Pembatalan
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Obsession Resmi Jadi Film Orisinal Terlaris Dekade Ini, Kalahkan Sinners
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Hideo Yamamoto Luncurkan Manga Baru Suiken Japan pada 6 Juli
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Aktris Ruby Rose Alami Patah Tulang Rusuk Usai Jatuh di Kolam Renang
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB
Royals Hadapi Rays dalam Seri Tiga Pertandingan di Kauffman Stadium
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB
Chad Michael Murray Bicara Masa Depan Sullivan's Crossing Season 5
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB






