Keputusan Musk memimpin Department of Government Efficiency (DOGE) membongkar USAID tahun lalu berdampak buruk pada upaya kemanusiaan global.

Seperti dilaporkan Kristof, kesenjangan pendanaan menyebabkan lonjakan kasus HIV/AIDS dan malaria.

Menurut laporan Center for Global Development Maret 2025, bantuan AS sebelumnya menyelamatkan sekitar 3,3 juta jiwa per tahun.

Studi 2025 di jurnal Lancet memperkirakan pemotongan dana dapat menyebabkan lebih dari 14 juta kematian tambahan, termasuk 4,5 juta anak di bawah lima tahun, pada 2030.

Presiden Refugees International, Jeremy Konyndyk, mengecam klaim DOGE menghemat uang. 'Bantuan luar negeri bahkan bukan kesalahan pembulatan dari kekayaan kita untuk menyelamatkan jutaan jiwa,' cuitnya.

Pemerintah AS sebelumnya menghabiskan 0,7 hingga 1,4 persen dari total anggaran federal untuk bantuan luar negeri.

'Dalam jajak pendapat, mayoritas besar warga Amerika mendukungnya,' tambah Konyndyk.

Kristof menambahkan, 'USAID melayani kepentingan dan nilai-nilai kita, dengan melindungi kita dari penyakit seperti wabah Ebola yang kini melanda Kongo.'

>>> Rencana Samsung Tekan Harga Galaxy S27 Gagal, Siap-siap Bayar Lebih Mahal

Menurut Harvard School of Public Health, pemotongan USAID memicu penyebaran strain baru penyakit mematikan di Afrika tengah.