Hasilnya mengejutkan: gugus paling masif mampu meniup gas nebula jauh lebih cepat dari perkiraan. Semakin masif gugusnya, semakin cepat ia membersihkan kabut kosmik.

Radiasi intens dan angin bintang dari bintang-bintang raksasa memanaskan, mengionisasi, dan mendorong gas keluar. Akhirnya nebula menyebar ke medium antarbintang dan gugus yang baru lahir tampak jelas.

Temuan ini tidak hanya memperbarui pengetahuan tentang kelahiran bintang, tetapi juga penting bagi evolusi galaksi. Bintang masif berperan besar dalam daur ulang gas antarbintang.

Saat mereka hidup dan mati, mereka memperkaya lingkungan dengan elemen berat dan mengubah dinamika awan di sekitarnya. Memahami seberapa cepat raksasa ini membebaskan diri membantu model transformasi galaksi.

Selain itu, penemuan ini bisa mengubah pemikiran tentang kelahiran sistem planet. Gas di sekitar bintang muda adalah bahan baku planet.

Jika gas tersapu terlalu cepat oleh bintang masif, beberapa planet mungkin tidak sempat terbentuk.

Studi ini juga mengisyaratkan bahwa pengusiran gas yang cepat dapat menjelaskan era reionisasi, ketika bintang pertama membuat kosmos transparan dengan mengionisasi gas antargalaksi.

>>> Penyandang Diabetes Indonesia Capai 20,4 Juta, Terapi Baru untuk DM Tipe 2 Hadir

Observasi masa depan diharapkan mengungkap lebih banyak tentang bagaimana massa, lingkungan, dan radiasi membentuk gugus bintang—membantu kita memahami galaksi jauh dan asal-usul Matahari kita yang lahir 4,6 miliar tahun lalu dalam gugus kuno yang kini telah lenyap.