Gugatan Swatch Rp2,7 Triliun Bisa Jadi Momentum Samsung Perbaiki Tampilan Jam Tangan
Perseteruan antara Swatch dan Samsung yang telah berlangsung selama tujuh tahun kini memasuki babak baru.
Swatch menuntut ganti rugi sebesar $170 juta atau sekitar Rp2,7 triliun atas pelanggaran merek dagang yang dilakukan Samsung melalui aplikasi watch face di Galaxy Store.
>>> Cara Cek Nominal dan Syarat Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli 2026
Gugatan ini diajukan di pengadilan Inggris dan telah sampai pada tahap penentuan besaran ganti rugi.
Meski nominalnya terbilang besar, kasus ini justru dinilai bisa menjadi momentum positif bagi Samsung untuk membenahi kualitas watch face bawaan perangkatnya.
Kronologi Gugatan Swatch vs Samsung
Swatch menggugat Samsung pada 2019 atas 26 aplikasi watch face pihak ketiga yang tersedia di Galaxy Store.
Aplikasi-aplikasi tersebut dinilai meniru desain dial milik Swatch Group, termasuk merek-merek seperti Omega, Tissot, Longines, dan Hamilton.
Pada 2022, pengadilan memutuskan Samsung bersalah melanggar merek dagang Swatch. Aplikasi-aplikasi tersebut telah dihapus, namun proses penentuan ganti rugi baru berlangsung sekarang.
Menurut dokumen pengadilan, aplikasi-aplikasi itu diunduh setidaknya 160.000 kali saat masih tersedia.
Samsung menyebut angka tuntutan $170 juta sebagai "absurd" dan mengklaim total pendapatan dari aplikasi tersebut hanya sekitar $1.000, dengan komisi Samsung sebesar $300.
Watch Face Bawaan Samsung Dinilai Buruk
Di luar masalah hukum, kasus ini menyoroti kelemahan mendasar Samsung: kualitas watch face bawaannya yang dinilai sangat kurang.
Dari puluhan watch face yang disediakan, hanya sekitar dua yang dianggap menarik dan informatif.
>>> Samsung Masih Kembangkan Ponsel Layar Gulung, Rilis Paling Cepat 2028
Banyak pengguna terpaksa beralih ke aplikasi pihak ketiga untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. Namun, aplikasi-aplikasi tersebut seringkali berbayar, memerlukan langganan, atau hasilnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Update Terbaru
Empat Anggota Keluarga di Ohio Didakwa karena Kurung 16 Anak di Satu Ruangan
Jumat / 03-07-2026, 01:00 WIB
Vatikan Nyatakan Society of St. Pius X dalam Skisma, Ekskomunikasi Dijatuhkan
Jumat / 03-07-2026, 01:00 WIB
Minnesota Tutup Kantor Pemerintah dan Bank pada 4 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 00:56 WIB
Mediasi Gagal, Perkara Ijazah Jokowi Lanjut ke Persidangan
Jumat / 03-07-2026, 00:56 WIB
Menteri Keuangan: IKN Masih Sepi, Belum Cocok untuk Pusat Finansial Internasional
Jumat / 03-07-2026, 00:55 WIB
Mebius Dust Umumkan 5 Anggota Pemeran Baru
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Persona 4 Revival Rilis Trailer Perkenalan Karakter, Siap Rilis Februari 2027
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Street Fighter 6 Rilis Yasmine Arrives! Fighting Pass, Karakter Baru Hadir Agustus
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Diana Shnaider Tantang Liudmila Samsonova di Babak Kedua Wimbledon
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Tour de France 2026 Dimulai di Barcelona dengan Edisi Tercepat dalam Sejarah
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Empat Anggota Keluarga Didakwa Usai 16 Anak Ditemukan di Ruangan Kumuh Ohio
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Rumor Spider-Man 5: Petualangan Baru di Level Jalanan MCU
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Attack on Titan 3 Game Rilis Musim Dingin, Trailer Perlihatkan Gameplay
Jumat / 03-07-2026, 00:46 WIB
Gubernur Florida Rekomendasikan CAIR sebagai Organisasi Teroris
Jumat / 03-07-2026, 00:46 WIB






