Miliarder AI Mulai Khawatir Saat Publik Berbalik Melawan Mereka
Publik Amerika semakin khawatir terhadap kecerdasan buatan (AI). Sebuah jajak pendapat YouGov menemukan bahwa tiga perempat warga AS menginginkan AI diatur lebih ketat.
Kekhawatiran ini tidak terbatas pada satu partai politik. The Economist mencatat bahwa kecemasan tersebut dirasakan lintas spektrum politik.
>>> Fakta Mengejutkan P.O Block B: Ternyata Anak CEO dan Punya Paman Psikiater Ternama
Masyarakat juga semakin takut akan dampak ekonomi AI. Apalagi saat perusahaan teknologi besar mengucurkan dana besar untuk pemilu negara bagian dan federal.
Kemarahan publik mulai tertuju pada pusat data. Ini menjadi salah satu titik tekan nyata yang bisa digunakan rakyat melawan industri teknologi bernilai triliunan dolar.
Para miliarder teknologi pun mulai memperhatikan. Beberapa di antaranya bahkan menyiapkan tempat perlindungan di pulau terpencil dan armada jet pribadi jika terjadi revolusi.
Mark Cuban, yang meraup kekayaan dari gelembung dot-com, kini memperingatkan sesama konglomerat. Ia mengatakan ketidakpuasan publik jauh lebih dalam dari sekadar AI.
>>> Jungkook BTS Buka Suara soal Rumor Kencan dan Rencana Pernikahan
Melalui cuitannya, Cuban menyatakan bahwa perlawanan terhadap pusat data sebenarnya bukan tentang pusat data itu sendiri.
"Mereka menjadi proksi untuk kebencian terhadap AI dan konsentrasi kekayaan yang diciptakannya," tulisnya.
Cuban tampaknya khawatir reaksi balik terhadap AI bisa berujung pada pemberontakan sosialis. Ia pun menawarkan sejumlah cara bagi industri teknologi untuk meredakan kemarahan publik.
Saran Cuban termasuk menyumbangkan miliaran dolar ke kota-kota kecil, menjalin kerja sama dengan seniman dan serikat kreatif, serta tidak mempekerjakan tokoh terkenal untuk mendukung AI.
>>> DPR Respons Kritik KSPI soal Industri Otomotif: Jangan Bangun Narasi Menyesatkan
"Jika Anda tidak menghormati orang-orang yang bekerja setiap hari dan hanya berusaha membayar tagihan, Anda akan gagal mencapai kapasitas yang dibutuhkan untuk membuat bisnis Anda berhasil," ujar Cuban.
Update Terbaru
Pimpinan BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal, Karyawati Mengaku Alami Tekanan Psikologis
Rabu / 01-07-2026, 15:16 WIB
Usai Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Kirim Pesan Tegas ke Jakmania
Rabu / 01-07-2026, 15:15 WIB
Jang Yoon Jung Buka Suara Usai Ibu Kandung Terseret Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Giselle dan Ningning Aespa Tunjukkan Tindik Pusar Serasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Polri Kawal Isu PHK, 4.216 Buruh Diklaim Bisa Kerja Lagi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
BPS Catat Harga Oli dan Bensin Jadi Pendorong Inflasi Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Bos Maktour Tak Hadiri Pemeriksaan KPK karena di Luar Negeri
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Siapa Anak dan Istri Dadi Yudistira? Eks Gitaris Superglad yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Rabu / 01-07-2026, 15:13 WIB
Penyebab Kematian Daveigh Chase Terungkap, Komplikasi AIDS Jadi Penyebab Utama
Rabu / 01-07-2026, 15:11 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
NASA Janji Terbangkan Bola ke Bulan Jika Timnas AS Juara Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
PDIP: Putusan MK Hentikan Wacana Pilkada Lewat DPRD
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
Menteri Israel Usul Relokasi Warga Palestina dari Gaza, Mossad Terlibat
Rabu / 01-07-2026, 15:08 WIB






