Pertama Kali Dalam Peradaban Indonesia Sumatera dan Bangka Akan Bersatu Lewat Jembatan Paling Panjang se-Sumsel, 15 Triliun Nilainya Cuma 1 Jam dari Palembang
Proyek yang sedang giat dikerjakan ini disebut-sebut mengalami kebuntuan.
Meski pemerintah provinsi telah menyelesaikan dokumen pra studi kelayakan proyek, yang dikenal sebagai feasibility studi (FS), namun pembangunan jembatan ini nampaknya masih mandek.
FS ini sebenarnya sangat penting sebagai alat untuk melihat kelayakan suatu proyek.
Dokumen berharga ini telah diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Yang diharapkan akan segera melanjutkan ke tahap detail engineering design (DED).
Rencananya, Kementerian PUPR akan bertanggung jawab untuk melaksanakan tahap DED tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkirakan biaya pembangunan jembatan ini mencapai Rp15 triliun.
Anggaran tersebut diharapkan dapat didapatkan dari APBN, sehingga proyek ini bisa menjadi proyek nasional yang diperhatikan oleh pemerintah pusat.
Pembangunan jembatan terpanjang di Sumatera Selatan ini memiliki banyak manfaat yang diharapkan dapat terealisasi.
Salah satunya adalah mempermudah jalur logistik dari Sumatera Selatan ke Bangka, Provinsi Bangka Belitung.
Kebutuhan masyarakat Bangka Belitung sebagian besar berasal dari Sumatera Selatan, sehingga jembatan ini diharapkan dapat mempercepat distribusi barang dan menekan ongkos pengiriman.
Jembatan ini dinamai Bahtera Sriwijaya oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang sesuai dengan nama kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut dan terkenal dengan kekuatan maritimnya.
Lokasi yang dipilih untuk membangun jembatan ini adalah Desa Tanjung Tapa, Kecamatan Tunjung Selapan, yang berjarak sekitar 72 km dari Palembang, ibu kota Sumatera Selatan.
Sementara di wilayah Bangka Belitung, jembatan ini akan berada di Desa Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan.
Dengan panjang jembatan yang mencapai 15 km, jembatan ini dianggap sebagai jembatan terpanjang di Sumatera Selatan.
Rencananya, pembangunan jembatan ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2024.
Sayangnya, kabar terbaru yang beredar menyebutkan bahwa kemungkinan besar pembangunan jembatan terpanjang di Sumatera Selatan ini akan batal dilakukan.
Salah satu alasan utamanya adalah anggaran yang sangat besar yang diperlukan, sehingga menjadi penghambat utama dalam proses pembangunan jembatan yang diharapkan dapat menghubungkan Sumatera dan Bangka ini.
Hal ini membuat proyek ambisius ini terancam terhenti begitu saja.
Di sisi lain, pembangunan jembatan ini juga mengancam kelestarian lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Lokasi pembangunan jembatan ini, yaitu Lanskap Sugihan, merupakan lahan gambut yang penting bagi Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






