APEC Dorong Pariwisata Terhubung dan Inovatif di Makau
Pertemuan Menteri Pariwisata APEC ke-13 digelar Sabtu (28/6/2026) di Makau, China. Acara ini dihadiri pejabat pariwisata dari 21 ekonomi anggota.
Mengusung tema "Inovasi Digital, Pemberdayaan Kolaboratif: Memanfaatkan Pariwisata untuk Komunitas Asia-Pasifik", para delegasi membahas pemanfaatan inovasi digital dan kerja sama yang lebih erat.
>>> Cara Cepat Cairkan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sebelum Batas Akhir
Konektivitas Regional
Para delegasi sepakat bahwa konektivitas yang lebih kuat dan koordinasi kebijakan menjadi kunci menjaga momentum industri pariwisata.
Sebelum pertemuan menteri, digelar Pertemuan Kelompok Kerja Pariwisata APEC ke-67 pada Rabu-Kamis di Makau.
Julia Jesus Caldas Ramirez, kepala delegasi Peru, mengatakan pertemuan kelompok kerja membantu menyelaraskan prioritas dan menerjemahkannya ke dalam inisiatif praktis.
Menurutnya, pertukaran tersebut menumbuhkan rasa hormat dan apresiasi terhadap sejarah dan latar belakang budaya yang berbeda. "Ini melampaui pariwisata itu sendiri," ujarnya.
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia Tiong King Sing menyatakan bahwa konektivitas udara yang lebih baik, perjalanan multi-tujuan, dan berbagi praktik terbaik akan menjadikan Asia-Pasifik tujuan wisata yang lebih menarik.
Beberapa peserta menekankan bahwa fasilitasi perjalanan merupakan fondasi kerja sama pariwisata yang lebih dalam.
Irina Kozlova, delegasi Federasi Rusia, mengatakan langkah-langkah seperti visa elektronik dan pembebasan visa telah mempermudah perjalanan dan memperkuat pertukaran budaya.
Ia menyebutnya sebagai "jembatan" yang menghubungkan ekonomi.
Sarah Wang, direktur regional Asia dari World Travel & Tourism Council, mengatakan pihaknya melihat bagaimana perjalanan tanpa hambatan dapat difasilitasi dan masalah visa dapat diatasi di seluruh kawasan.
Pariwisata yang Lebih Cerdas
Menurut Wang, teknologi seperti AI mengubah pariwisata di seluruh rantai perjalanan, mulai dari perencanaan perjalanan, manajemen perbatasan, hingga manajemen destinasi melalui wawasan berbasis data.
Update Terbaru
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB






