Santunan Kemenhan Rp50 Juta untuk Keluarga Manajer Kopdes Dinilai Lebih Kecil dari Denda
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Ardianto Satriawan mengkritik kebijakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terkait santunan bagi keluarga calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang meninggal saat mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil).
Ia menyoroti ketimpangan antara santunan kematian sebesar Rp50 juta dengan denda bagi manajer yang mundur sebelum masa dinas berakhir yang mencapai Rp100 juta.
>>> Inggris Hadapi Kongo di 32 Besar, Thomas Tuchel Tengil: Semua Orang Menikmatinya
"Mundur didenda 100 juta. Meninggal dikasih 50 juta.
Ckckck," tulis Ardianto di akun X pribadinya, dikutip Minggu (28/6).
Menurutnya, negara tampak lebih khawatir kehilangan uang daripada kehilangan rakyat yang mengikuti program tersebut.
Tanggung Jawab Moral Negara
Sebelumnya, Kemenhan menyatakan santunan Rp50 juta diberikan kepada keluarga dari lima peserta Latsarmil Kopdes yang meninggal dunia.
>>> Harry Kane Sah Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia, Rekor Legendaris Ini Tumbang
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menjelaskan dana tersebut merupakan uang duka dan bentuk tanggung jawab moral negara atas insiden tersebut.
"Ada santunan yang diberikan kepada keluarga yang bersangkutan langsung sampai pengantaran mulai dari proses di kejadian di tempat sampai dengan pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kita sebagai penyelenggara khususnya sebagai representasi negara.
Kita memberikan santunan ya setiap orang itu Rp 50 juta," kata Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
>>> Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Selain santunan, Kemenhan juga membantu seluruh proses penanganan jenazah, mulai dari lokasi kejadian, pengantaran ke daerah asal, hingga pemakaman, serta tetap berkomunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






