Sederet Poin Utama Rancangan Kesepakatan Damai Israel-Lebanon
Amerika Serikat (AS) merilis kerangka kerja trilateral antara Israel, Lebanon, dan AS yang menjadi dasar rancangan kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik kedua negara.
Dokumen yang dirilis pada Jumat (26/6) itu memuat 14 poin utama, mulai dari komitmen mengakhiri perang hingga penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon.
>>> Pramono-Rano Ungkap 7 Proyek Infrastruktur Jelang 5 Abad Jakarta
Poin-Poin Utama Rancangan Kesepakatan
Israel dan Lebanon, dengan dukungan AS, menyatakan tujuan bersama untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang langgeng serta mengakhiri seluruh kondisi perang di antara kedua negara.
Kedua negara sepakat mengatasi akar penyebab konflik dan mendorong penyelesaian seluruh isu melalui perundingan bilateral langsung dengan mediasi AS.
Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) akan memulihkan kedaulatan negara di seluruh wilayah Lebanon melalui perlucutan senjata yang terverifikasi terhadap kelompok bersenjata non-negara, termasuk pembongkaran infrastruktur militernya.
Setelah proses perlucutan senjata berjalan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan melakukan penarikan secara bertahap dari wilayah Lebanon.
LAF akan mengambil alih tanggung jawab keamanan secara bertahap di sejumlah zona percontohan yang menjadi mekanisme penarikan IDF secara terverifikasi.
Dua zona awal telah disepakati, sementara zona berikutnya ditentukan melalui kesepakatan kedua pihak.
>>> Hasil Piala Dunia 2026: Imbang vs Kolombia, Portugal di Jalur Neraka
Usai proses perlucutan senjata dikonfirmasi, rekonstruksi yang didukung komunitas internasional akan dimulai. Warga sipil Lebanon juga diizinkan kembali ke wilayah tersebut di bawah kendali penuh pemerintah Lebanon.
Pemerintah Lebanon menegaskan komitmennya memulihkan kedaulatan penuh negara serta memastikan seluruh kelompok bersenjata non-negara tidak lagi memiliki peran militer maupun keamanan di wilayah Lebanon.
Israel dan Lebanon akan membentuk kelompok kerja untuk menyusun perjanjian perdamaian dan keamanan yang lebih komprehensif serta segera membuka jalur komunikasi langsung dengan fasilitasi AS.
Israel menyatakan seluruh operasi militernya di Lebanon dilakukan sebagai respons terhadap serangan dan ancaman kelompok bersenjata non-negara, khususnya Hizbullah.
Menurut rancangan tersebut, berakhirnya ancaman itu akan menghilangkan kebutuhan kehadiran militer Israel di Lebanon.
Dalam dokumen tersebut, Israel juga menegaskan pemerintahnya tidak memiliki ambisi untuk menguasai wilayah Lebanon.
>>> Transmart Full Day Sale Hari Ini: Diskon 50% + 20% untuk Beragam Produk
Rancangan kesepakatan ini menjadi upaya terbaru Washington untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Israel dan Lebanon, sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
Update Terbaru
Riley Gaines: Perjuangan Atlet Trans di Olahraga Putri Belum Berakhir
Kamis / 02-07-2026, 04:22 WIB
Laporan Otopsi Ungkap Detail Kematian Aktor 'The Wire' James Ransone
Kamis / 02-07-2026, 04:22 WIB
PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib untuk Musim 2026/2027
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
China Terapkan Aturan Keamanan Nasional untuk Investasi ke Luar Negeri
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Babak I Piala Dunia: Habib Diarra Antar Senegal Unggul 1-0 atas Belgia
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Ismael Saibari Resmi Gabung Bayern Munchen Usai Tampil Gemilang di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Anime Casino Games: Ketika Slot Reels Bertemu Energi Manga
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Kopi Kenangan Rilis Laporan ESG 2025, Fokus pada Keberlanjutan dan Pemberdayaan Petani
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Dari Jual Sembako hingga Tarik Tunai, Cara Baru UMKM Menambah Penghasilan
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
5 Rekomendasi Sleeping Mask Lokal, Wajah Lembap dan Cerah Saat Bangun Tidur
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Prabowo Tegaskan Hukum Bukan Alat Balas Dendam Politik
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Akui AS Tak Mampu Buat Pesawat Secanggih Hadiah Qatar
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Projo Minta Publik Tak Bawa-bawa Politik dalam Gelar Adat Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB






