Candu yang Mengikat: Apa yang Terjadi pada Otak saat Pakai Narkoba?
Orang dengan masalah kecanduan narkoba kerap dinilai lemah secara moral. Namun dari sisi medis, kecanduan adalah penyakit kronis yang mengubah struktur dan fungsi otak.
Zat adiktif pada narkoba mengacaukan sistem komunikasi alami di otak. Akibatnya, cara seseorang merasakan kesenangan, mengambil keputusan, hingga mengendalikan diri bisa berubah.
>>> Laba Pertamina Trans Kontinental Melonjak 23 Persen Sepanjang 2025
Cara Narkoba Membajak Otak
Otak bekerja melalui neuron yang melepaskan neurotransmitter. Transporter kemudian mendaur ulang neurotransmitter agar sinyal berhenti tepat waktu.
Beberapa narkoba seperti ganja dan heroin meniru struktur neurotransmitter alami, sehingga bisa menempel pada reseptor dan mengirim sinyal abnormal.
Sementara amfetamin dan kokain memicu pelepasan neurotransmitter berlebihan atau menghambat daur ulangnya.
Area Otak yang Terdampak
Basal ganglia berperan dalam rasa senang dan motivasi.
Saat narkoba digunakan, sirkuit ini terlalu aktif dan memunculkan euforia, namun penggunaan berulang membuat otak beradaptasi sehingga sulit merasakan kesenangan dari hal normal.
Extended amygdala berkaitan dengan stres dan kecemasan. Setelah efek narkoba hilang, area ini memicu gejala putus zat, sehingga pengguna memakai narkoba untuk meredakan ketidaknyamanan.
Prefrontal cortex berfungsi untuk berpikir dan mengendalikan impuls. Jika terganggu, seseorang lebih sulit menahan dorongan memakai narkoba.
Proses Terjadinya Kecanduan
Kecanduan ditandai keinginan kuat terhadap zat, hilangnya kontrol, dan pemakaian terus meski merugikan. Narkoba melepaskan dopamine dua hingga sepuluh kali lebih banyak daripada reward alami.
Lonjakan dopamine berulang membuat otak mengurangi jumlah dan sensitivitas reseptor dopamine. Akibatnya, pengguna butuh lebih banyak zat untuk merasa normal.
Anna Lembke, profesor psikiatri di Stanford Medicine, mengatakan otak beradaptasi sehingga efek yang sama tidak lagi dirasakan.
Update Terbaru
Tiffany Ungkap Respons Tak Terduga Byun Yo Han soal HyoRiSoo
Jumat / 03-07-2026, 12:50 WIB
Manga Defying Kurosaki-kun Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action Baru
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Mariners Sapu Bersih Angels Berkat Dominasi Bryce Miller
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Badai Petir dan Gelombang Panas Ancam Perayaan 4 Juli di Chicago
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Olivia Wilde Sutradarai Edward Norton dalam Film Komedi The Invite
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
AS Perketat Larangan Kembang Api saat Risiko Kebakaran Hutan Ancaman Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Tingkat Vaksinasi Campak Texas Naik Tipis, Masih di Bawah Target Imunitas
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Australia Siapkan Penyesuaian Taktik Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
KPK Tangkap Bupati Langkat, 1 ASN, dan 5 Swasta dalam OTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Swiss Sikat Aljazair 2-0, Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB






