Banyak Anak Muda Hong Kong Pilih Menganggur, Ini Biang Keroknya
Di sisi lain, gelar sarjana yang dulu dianggap sebagai tiket menuju pekerjaan kantoran kini tidak lagi memberikan jaminan.
Bahkan lulusan magister pun kini harus bersaing memperebutkan posisi junior.
Masalah lainnya adalah kurikulum pendidikan yang dinilai tertinggal dibanding kebutuhan industri.
Lulusan dari bidang humaniora, seni, dan manajemen umum dinilai terlalu banyak, sementara keterampilan praktis yang dibutuhkan perusahaan masih kurang.
Akibatnya, banyak lulusan mengalami kegagalan berulang saat mencari kerja hingga kehilangan kepercayaan diri dan akhirnya keluar dari pasar tenaga kerja.
Harga Rumah Selangit Bikin Anak Muda Menyerah
Biaya hidup yang sangat tinggi juga menjadi penyebab utama.
Menurut laporan Demographia International Housing Affordability, harga rumah di Hong Kong memang telah turun sekitar 20% dari puncaknya.
>>> OnePlus Nord Buds 4 Resmi di India, Harga Rp 3299 dengan ANC 52dB
Namun, kota tersebut tetap menjadi pasar perumahan paling tidak terjangkau di dunia selama 16 tahun berturut-turut.
Rasio harga rumah terhadap pendapatan (median multiple) mencapai 14,1, yang berarti masyarakat rata-rata harus menyisihkan seluruh penghasilannya selama 14,1 tahun hanya untuk membeli sebuah rumah.
Kondisi tersebut membuat sebagian anak muda merasa bekerja keras pun belum tentu mampu memiliki rumah atau hidup mandiri.
Dampaknya, sebagian memilih menjalani gaya hidup "lying flat", yakni tidak mengejar promosi maupun kenaikan gaji, bahkan sengaja mempertahankan pendapatan rendah agar memenuhi syarat memperoleh rumah sewa bersubsidi dari pemerintah.
Pilihan tersebut perlahan membuat sebagian dari mereka masuk dalam kategori NEET.
Tinggal Bersama Orang Tua, Hilang Motivasi Bekerja
Faktor lain yang memperkuat tren ini adalah kondisi keluarga.
Generasi baby boomer di Hong Kong umumnya memiliki tabungan yang cukup sehingga masih mampu menanggung kebutuhan anak-anak mereka yang sudah dewasa.
Update Terbaru
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Kemenperin: Penguatan HGBT Jadi Penopang Industri Nasional
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Syarat Terjadinya Integrasi Sosial di Masyarakat Menurut Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Cara Cepat Dapat Saldo DANA 10 Dolar Lewat Aplikasi Puzzle Seru 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Cara Mudah Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT di 5 Bank Penyalur Resmi Tahun 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:05 WIB
KPK Konfirmasi Peran Dito Ariotedjo di Kasus Kuota Haji Tambahan
Rabu / 01-07-2026, 13:05 WIB
BPS Catat Inflasi Juni 3,34 Persen, Transportasi Jadi Pendorong Utama
Rabu / 01-07-2026, 13:05 WIB
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Ini 5 Alasannya
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Gandeng Ulama, Pemkot Surabaya Targetkan Cakupan Imunisasi Anak Tembus 90 Persen
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Deschamps Beri Hormat Khusus Usai Mbappe Bikin Dua Gol ke Gawang Swedia
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB






