Kemlu Tanggapi Isu Pabrikan Komponen Hengkang: Banyak Investasi Baru Masuk
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI buka suara terkait rencana dua perusahaan komponen otomotif yang disebut akan hengkang dari Indonesia karena menurunnya permintaan kendaraan.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Santo Darmosumarto, menilai isu tersebut tidak mencerminkan kondisi iklim investasi nasional.
>>> Jadwal KRL Jogja–Solo 25 Juni 2026, Rute Lengkap Tugu hingga Palur
"Di saat yang sama kita masih melihat banyak sekali investasi baru yang datang ke Indonesia dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China," kata Santo di Jakarta, Rabu (24/6) dikutip dari Antara.
Menurut Santo, keputusan bisnis suatu perusahaan untuk pindah tidak bisa langsung diartikan sebagai perubahan iklim usaha nasional.
Ia menambahkan, jika ada perusahaan yang hengkang, hal itu bisa jadi bagian dari perencanaan strategis korporasi atau pergeseran internal industri.
Santo juga menyoroti sejumlah komitmen investasi baru yang berhasil diteken setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan dan Jepang.
"Walaupun ada beberapa yang keluar, bukan berarti mereka keluar karena spesifik kondisi iklim di Indonesia, tapi bisa jadi juga karena perencanaan strategis internal mereka," ucap Santo.
>>> Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan yang Nonaktif Lewat Mobile JKN dan WhatsApp PANDAWA
Respon Kemenperin
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya membantah isu relokasi dua perusahaan komponen otomotif ke Vietnam.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyatakan kedua perusahaan, PT JAI dan PT SAI, masih beroperasi normal dan berkontribusi pada ekspor nasional.
Berdasarkan penelusuran Kemenperin, belum ada rencana relokasi fasilitas produksi kedua perusahaan tersebut.
"Kedua, tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut," ucap Febri.
>>> Ramalan Zodiak Cinta 25 Juni: Cancer Makin Romantis, Gemini Lebih Perhatian
Kedua perusahaan yang berlokasi di Jawa Timur itu juga tercatat aktif melaporkan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






