AHY: Indonesia Tak Perlu Malu Bekerja Sama dengan Negara Lain untuk Perkuat Pertahanan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa kekuatan pertahanan laut Indonesia bergantung pada fondasi ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi yang kuat akan memungkinkan negara membangun teknologi, industri strategis, dan alutsista secara mandiri.
>>> Menag Tetapkan 10 Muharam sebagai Hari Lebaran Anak Yatim dan Difabel
Pernyataan itu disampaikan AHY saat kunjungan kerja ke Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya.
"Ekonomi kita harus tumbuh dengan baik.
Karena dengan ekonomi yang tumbuh, kita punya kemampuan yang lebih besar untuk memajukan alutsista dan memajukan sumber daya manusia pertahanan kita," ujar AHY.
Kerja Sama Internasional untuk Transfer Teknologi
Meski menekankan kemandirian, AHY menilai Indonesia tidak boleh menutup diri dari kerja sama internasional.
Kolaborasi dengan negara maju harus dimanfaatkan untuk mempercepat transfer pengetahuan.
Ia menjabarkan langkah strategis yang perlu diperkuat, mulai dari transfer of knowledge, transfer of technology, joint research, hingga joint production.
>>> Meksiko Hajar Republik Ceko 3-0 dan Lolos Sempurna ke 16 Besar Piala Dunia 2026
"Kita tidak perlu malu bekerja sama dengan negara lain. Tetapi semangat akhirnya harus sama, yaitu kita memiliki kemampuan teknologi itu sendiri," tuturnya.
AHY juga memaparkan bahwa membangun kekuatan maritim tidak hanya fokus pada pengadaan kapal perang dan personel militer.
Di balik itu, ada ekosistem besar yang harus dibangun secara simultan, meliputi infrastruktur pelabuhan, industri galangan kapal, jalur logistik laut, hingga optimalisasi ekonomi biru.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadikan sektor maritim sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, pembangunan ekonomi dan pertahanan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
"Kita ingin menjaga kedaulatan. Kita ingin mandiri.
>>> Cara Cepat Tarik Saldo Bansos Juni 2026 Sebelum Batas Waktu 5 Hari Berakhir
Dan semua itu dimulai dari kemampuan bangsa membangun kekuatannya sendiri," tegas AHY.
Update Terbaru
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Ini 5 Alasannya
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Gandeng Ulama, Pemkot Surabaya Targetkan Cakupan Imunisasi Anak Tembus 90 Persen
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Deschamps Beri Hormat Khusus Usai Mbappe Bikin Dua Gol ke Gawang Swedia
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vasektomi Tak Ganggu Fungsi Seksual Pria, Ini Penjelasan Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi hingga 2028
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Inggris Siapkan Adu Penalti Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Nano Machine Chapter 319 Siap-Siap Panas! Ini Hal yang Perlu Diingat
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya
Rabu / 01-07-2026, 12:57 WIB
Beli Tiket ARTJOG 2026 Lewat BRImo, Dapat Diskon 15 Persen
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
DPR Hormati Putusan MK yang Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Cara Cek Tilang Elektronik ETLE Online via HP, Jangan Sampai STNK Diblokir
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB






