Mengenal Concerted Cultivation, Pola Asuh yang Bikin Anak Sibuk
Pernah melihat anak yang setiap hari sibuk dari sekolah hingga mengikuti berbagai les?
Fenomena ini dikenal sebagai concerted cultivation, sebuah pola asuh yang menekankan keterlibatan aktif orang tua dalam perkembangan anak.
>>> Rumah dari Balok Plastik Daur Ulang Bisa Dibangun Hanya 5 Hari
Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Annette Lareau. Pola asuh ini umum diterapkan oleh keluarga menengah ke atas.
Apa Itu Concerted Cultivation?
Concerted cultivation adalah pola asuh di mana orang tua secara sengaja mengembangkan kemampuan anak melalui aktivitas terstruktur, komunikasi intens, dan keterlibatan dalam pendidikan.
Orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga aktif membantu anak mengembangkan bakat, keterampilan sosial, dan rasa percaya diri.
Ciri-Ciri Concerted Cultivation
Anak mengikuti berbagai kegiatan terstruktur seperti olahraga, kursus musik, les bahasa, atau ekstrakurikuler lainnya.
Orang tua aktif berdiskusi dengan anak, mendorong mereka menyampaikan pendapat dan bertanya.
Keterlibatan tinggi dalam pendidikan, seperti memantau perkembangan akademik dan berkomunikasi dengan guru.
Anak diajarkan untuk percaya diri berinteraksi dengan orang dewasa dan mengungkapkan kebutuhan secara sopan.
>>> Gempa M 6,9 Guncang Jepang, Tak Picu Tsunami
Manfaat Concerted Cultivation
Anak cenderung lebih percaya diri karena terbiasa mengemukakan pendapat dan berinteraksi dengan banyak orang.
Kemampuan komunikasi berkembang sejak dini, termasuk menyampaikan ide dan bernegosiasi.
Keterampilan memecahkan masalah meningkat melalui berbagai aktivitas dan pengalaman.
Prestasi akademik mendapat dukungan optimal dari keterlibatan orang tua.
Anak dapat menemukan minat dan bakat sejak dini melalui beragam kegiatan.
Apakah Cocok untuk Semua Keluarga?
Meski bermanfaat, pola asuh ini perlu diterapkan seimbang. Jadwal terlalu padat atau tekanan berprestasi bisa membuat anak kelelahan.
>>> Alasan Bellingham Tak Kena Kartu Merah saat Tutup Mulut Lawan Ghana
Orang tua tetap perlu memperhatikan waktu istirahat, bermain, dan minat anak.
Update Terbaru
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






