Orang Rimba di Jambi Minta Perlindungan dari Dampak Tambang Batu Bara
Komunitas Orang Rimba dan warga desa di Kabupaten Batang Hari, Jambi, mendesak pemerintah dan pegiat lingkungan untuk memberikan perlindungan menyeluruh dari dampak aktivitas tambang batu bara di sekitar tempat tinggal mereka.
Tumenggung Ngelembo, tokoh Orang Rimba, menyampaikan kekhawatiran saat mengikuti diskusi kelompok bersama pemerintah, praktisi, dan pegiat lingkungan di Universitas Jambi, Rabu (24/6).
>>> Jadwal Lengkap Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026
"Kami diberikan peta lokasi untuk wilayah hidup kami, tapi ada lokasi tambang di dalam. Bagaimana nanti hidup kami kalau seperti ini," ujar Ngelembo.
Ia menjelaskan bahwa komunitasnya yang tinggal di sisi timur Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) telah menerima surat keputusan (SK) alokasi ruang hidup seluas 3.495 hektare.
Namun, setelah diperiksa, di dalamnya terdapat wilayah tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit.
Ngelembo mempertanyakan maksud keputusan tersebut. Ia heran karena wilayah yang seharusnya menjadi ruang hidup yang nyaman justru terdapat area konsesi perusahaan tambang.
Kondisi itu dinilai memicu kekhawatiran konflik. Ngelembo meminta pihak yang bertanggung jawab untuk mengkaji ulang keputusan tersebut.
"Harusnya ruang hidup kami merupakan tempat yang bersih dari lokasi aktivitas tambang dan perkebunan," tegasnya.
Warga Kecamatan Bathin XXIV, Susanto, juga menyampaikan persoalan serupa. Menurutnya, keberadaan perusahaan tambang tidak selalu menguntungkan masyarakat di Desa Jelutih dan kawasan Sungai Rotan.
Tambang justru menimbulkan dampak buruk terhadap pencemaran lingkungan. Parahnya, pemerintah kembali mengeluarkan izin 15 titik baru yang akan segera beroperasi.
>>> Wamen Stella Targetkan Portal Beasiswa Satu Pintu Luncur September
"Kami minta pemerintah daerah menjembatani persoalan ini, jangan sampai kami yang tinggal di sekitar lokasi malah terdampak penyakit akibat debu yang dihasilkannya," kata Susanto.
Update Terbaru
Petinju Legendaris Bereaksi atas Masalah Keuangan Floyd Mayweather
Kamis / 02-07-2026, 22:29 WIB
Karyawan Toko Laporkan Tanda Bahaya Sebelum Penangkapan Kasus Pengabaian Anak di Ohio
Kamis / 02-07-2026, 22:29 WIB
Penambahan Tenaga Kerja AS Melambat, Hanya 57.000 Pekerjaan pada Juni
Kamis / 02-07-2026, 22:29 WIB
Chicago Pecahkan Rekor Suhu Minimum, Badai Petir Mengancam Akhir Pekan
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Aktris Lisa Faulkner Umumkan Diagnosis Kanker Payudara Stadium Awal
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Futures TSX Naik Didorong Kenaikan Emas dan Data Tenaga Kerja AS Melemah
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Lorenzo Sonego Kalahkan Gabriel Diallo di Laga Marathon Wimbledon
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Prediksi Portugal vs Kroasia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Ilmuwan Missouri Ciptakan Entitas Buatan SpudCell dengan 36 Gen
Kamis / 02-07-2026, 22:27 WIB
New York Times Connections Puzzle 1116: Kata dan Tema Harian
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB
Iconic Thamrin: Billboard Digital 3D 8K Hadir di Jantung Jakarta
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB
JBL Luncurkan QuantumENGINE Terbaru dengan Audio Spasial dan AI Noise Cancellation
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB
Kejagung: Lodewyk Dibantu Kolonel TNI Mark Up Pengadaan Motor Listrik
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB
Mobil Diesel Pakai Biodiesel B50, Wajib Perhatikan Komponen Ini
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB






