Lebih dari Sepertiga Keluarga Militer AS Miliki Tabungan Darurat Kurang dari Rp8 Juta
"Ini menyoroti bahwa jumlah keluarga militer yang menghadapi kerentanan finansial sayangnya terus bertambah," ujarnya.
"Untuk rumah tangga tanpa cadangan finansial, biaya tak terduga ini tentu dapat berubah dari gangguan yang dapat dikelola menjadi krisis potensial," kata Shanna Smith, direktur asosiasi riset di MFAN, pada acara yang menyertai rilis laporan tersebut.
Smith mengatakan ini adalah pertama kalinya sebagian besar responden, yaitu 33,5%, melaporkan pengangguran pasangan sebagai hambatan untuk menabung.
>>> Kejagung Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Ini Tiga Dalilnya
"Ini mewakili perubahan dari siklus survei sebelumnya di mana biaya hidup umum dan kendala pendapatan menjadi tema dominan," katanya.
"Namun pada 2025, harga bahan makanan dan tantangan pekerjaan pasangan menjadi hambatan yang lebih menonjol."
Setengah dari keluarga yang sedang bertugas yang merespons survei melaporkan menghadapi keadaan darurat finansial dalam dua tahun terakhir.
Hal ini terkait dengan kurangnya tabungan menurut penelitian lain.
"Penelitian menunjukkan bahwa individu yang kesulitan pulih dari guncangan finansial memiliki lebih sedikit tabungan untuk membantu melindungi dari keadaan darurat di masa depan," menurut Biro Perlindungan Keuangan Konsumen AS.
"Mereka mungkin mengandalkan kartu kredit atau pinjaman, yang dapat menyebabkan utang yang umumnya lebih sulit dilunasi.
Mereka juga mungkin menarik dari tabungan lain, seperti dana pensiun, untuk menutupi biaya tersebut."
Survei juga menanyakan tentang stres finansial selama setahun terakhir. Setengah dari keluarga yang sedang bertugas melaporkan stres finansial ekstrem atau tinggi.
Laporan ini "jauh lebih tinggi" untuk anggota keluarga tamtama dibandingkan keluarga perwira.
Smith juga mencatat bahwa kelompok tersebut mengumpulkan data survei dari Oktober 2025 hingga Januari 2026, yang merupakan masa kritis bagi keluarga militer yang menghadapi tekanan finansial.
"Penting untuk dicatat bahwa periode ini bertepatan dengan penutupan pemerintah federal dan aktivitas respons darurat bersamaan," kata Smith.
>>> Kejaksaan Ungkap Segudang Cara Bereskan Korupsi MBG Tanpa Bergantung pada Sony
"Kami menyadari bahwa temuan ini mungkin memengaruhi respons survei, terutama terkait indikator stres, tetapi hal ini menambah lapisan konteks kritis pada temuan kami tahun ini."
Update Terbaru
Harga Vinfast MPV 7 Rp329 Juta Hanya untuk 2.000 Konsumen Pertama
Kamis / 02-07-2026, 09:50 WIB
5 Bocoran Spesifikasi Unggulan iPhone 18 Pro Max Tahun 2026
Kamis / 02-07-2026, 09:50 WIB
Mahasiswa Unair Gagas Buah Merah Papua untuk Terapi Osteoartritis
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Muslera Dibela Bielsa, Sempat Meriang Sebelum Blunder Lawan Spanyol
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Ilmuwan Klaim Berhasil Ciptakan Sel dari Nol untuk Pertama Kalinya
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Comeback Belgia Catat Rekor Baru di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Kuasa Hukum Jokowi Minta Sidang Kasus Ijazah Digelar Terbuka
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Dua Gol Harry Kane Bawa Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 09:45 WIB
China Rilis UU Persatuan Etnis, Sekolah Wajib Gunakan Bahasa Mandarin
Kamis / 02-07-2026, 09:45 WIB
15 Museum Hidden Gem di Jakarta, Sepi tapi Sarat Cerita
Kamis / 02-07-2026, 09:45 WIB
Witan Sulaeman Antusias Dilatih Shin Tae-yong di Persija, Sebut Latihan Akan Berbeda
Kamis / 02-07-2026, 09:43 WIB
PMNC Fall 2026 Mulai 3 Juli, Tim PUBG Mobile Incar Panggung Global
Kamis / 02-07-2026, 09:43 WIB
TWICE Hadirkan Perayaan Musim Panas Terakhir Sebelum Final Tur Dunia
Kamis / 02-07-2026, 09:42 WIB
Hari Ketiga, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam
Kamis / 02-07-2026, 09:42 WIB






