Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria: RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk teknologi global, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, penguatan ekosistem digital nasional menjadi kunci agar Indonesia mampu menjadi pemain utama dalam rantai nilai teknologi dunia.
>>> Declan Rice Sesumbar: Inggris Bisa Kalahkan Siapa Pun di Piala Dunia 2026
Hal itu disampaikan Nezar dalam acara Digital Ecosystem Alignment 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
Indonesia Kuasai 40 Persen Ekonomi Digital ASEAN
Nezar mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menjadi kontributor terbesar ekonomi digital di Asia Tenggara dengan porsi sekitar 40 persen dari total ekonomi digital ASEAN.
Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 105 miliar dolar AS pada 2025 dan berpotensi melonjak hingga 260-360 miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang.
Angka tersebut setara dengan lebih dari Rp5.800 triliun berdasarkan kurs saat ini.
"Kontribusi Indonesia terhadap ekonomi digital ASEAN mencapai sekitar 40 persen.
Jika ekonomi digital kawasan tumbuh hingga 1 triliun dolar AS, Indonesia berpotensi menyumbang sekitar 365 miliar dolar AS.
Ini menunjukkan posisi Indonesia yang sangat strategis," kata Nezar.
>>> Galaxy S25 Ultra Diskon Besar di Amazon Prime Day 2026 India
Meski demikian, ia menilai peluang besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen ekosistem mampu berkolaborasi secara terukur dan berkelanjutan.
Kunci Indonesia Digital 2045: Kolaborasi dan Kemandirian Teknologi
Menurut Nezar, pembangunan ekosistem digital saat ini merupakan fondasi penting menuju visi Indonesia Digital 2045.
"Tahap yang kita lalui sekarang akan menentukan apakah pada tahun 2045 Indonesia dapat mencapai tujuan strategis nasional untuk menjadi negara yang mandiri secara teknologi.
Karena itu, penguatan kolaborasi menjadi kata kunci yang harus kita internalisasi dan eksekusi bersama," tegasnya.
Pemerintah tengah mendorong penguatan berbagai sektor prioritas yang menjadi fondasi transformasi digital nasional, termasuk telekomunikasi, layanan publik digital, logistik, pengembangan talenta digital, hingga teknologi kecerdasan buatan.
Nezar menambahkan bahwa Indonesia telah mengeksplorasi delapan prioritas pembangunan ekosistem digital dengan cakupan luas, mulai dari peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi hingga efisiensi biaya logistik nasional.
>>> Rahasia Otak yang Tetap Tajam Meski Terkena Alzheimer
"Di setiap lapisan ekosistem, masih banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memperkuat daya saing digital nasional," ujarnya.
Update Terbaru
Gubernur DKI Terharu Kenang Masa Lalu saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat
Sabtu / 04-07-2026, 16:22 WIB
KPK Temukan 55 Kg Platina di Mobil Bupati Langkat
Sabtu / 04-07-2026, 16:21 WIB
Statistik Piala Dunia 2026: Messi dan Mbappe Bersaing Ketat di Puncak Top Skor
Sabtu / 04-07-2026, 16:21 WIB
Dukung Sekolah Rakyat, Gubernur DKI Siap Carikan Lahan Tambahan
Sabtu / 04-07-2026, 16:21 WIB
Messi Jadi Pemain Terbaik Usai Argentina Menang Dramatis atas Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 16:21 WIB
Rencana Pemakaman Ali Khamenei Berubah-ubah, Ini Penyebabnya
Sabtu / 04-07-2026, 16:21 WIB
BRI Hadir di Prambanan Jazz Festival 2026 dengan Promo dan Kemudahan Transaksi
Sabtu / 04-07-2026, 16:21 WIB
Ragnar Oratmangoen Resmi Gabung Persib Bandung
Sabtu / 04-07-2026, 16:17 WIB
Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI lewat DCE Academy 2026
Sabtu / 04-07-2026, 16:17 WIB
14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi
Sabtu / 04-07-2026, 16:17 WIB
Aroldis Chapman Cetak Rekor Strikeout Lega Saat Red Sox Kalahkan Angels
Sabtu / 04-07-2026, 16:14 WIB
Shohei Ohtani Cedera Biseps, Dodgers Kalahkan Padres
Sabtu / 04-07-2026, 16:12 WIB
Blue Jays Kalahkan Mariners 2-0 Berkat Gemilang Dylan Cease
Sabtu / 04-07-2026, 16:12 WIB
Trump Rencanakan Pidato Panjang di Tengah Gelombang Panas Ekstrem
Sabtu / 04-07-2026, 16:12 WIB







