Titik Merah Misterius: Lubang Hitam Raksasa Tanpa Galaksi Induk
Mengukur Massa Lubang Hitam
Data spektrograf mengungkapkan tanda fisik yang jelas: gas di sekitar QSO1 mengorbit satu titik pusat dalam pola yang disebut rotasi Keplerian, fisika orbit yang sama yang mengatur planet mengelilingi Matahari.
Gas yang lebih dekat ke pusat bergerak cepat, sementara gas yang lebih jauh bergerak lebih lambat.
Pola spesifik ini hanya muncul ketika hampir seluruh massa sistem terkonsentrasi pada satu titik absolut.
>>> Alasan Sarwendah Pilih Mengadu ke KPAI Lebih Dulu soal Anak Sebelum Ruben Onsu
Konsentrasi itu memungkinkan tim mencapai tonggak astrofisika besar: untuk pertama kalinya, para ilmuwan menghitung massa lubang hitam purba secara langsung dari tarikan gravitasinya pada gas di sekitarnya.
Data baru mengungkapkan massa sekitar 50 juta massa matahari, mengonfirmasi perkiraan sebelumnya yang kurang presisi.
Yang penting, lubang hitam ini mencakup sekitar dua pertiga dari total massa seluruh objek.
Sebagai perbandingan, di galaksi yang lebih dekat, lubang hitam supermasif pusat biasanya kurang dari sepersepuluh persen massa galaksi induknya.
Rasio massa QSO1 ribuan kali lebih tinggi dari normal. Bukti kimia kedua memperkuat teori lubang hitam tanpa galaksi.
Pemetaan spektroskopi menemukan bahwa gas di sekitar QSO1 hampir tidak mengandung unsur yang lebih berat dari hidrogen dan helium, kurang dari setengah persen kelimpahan unsur berat yang ditemukan di Matahari kita.
Galaksi yang membentuk lubang hitam melalui medium tradisional mengakumulasi unsur berat seiring waktu, karena generasi bintang yang sekarat menyebarkan material olahan ke sekitarnya.
"Sepertinya kita telah menemukan lubang hitam tanpa galaksi induk," kata Ignas Juodžbalis dari Universitas Cambridge, rekan penulis penelitian.
"Ini menarik karena menegaskan keberadaan lubang hitam purba yang terbentuk dari keruntuhan langsung—sesuatu yang belum pernah bisa dibuktikan teori sebelumnya."
Update Terbaru
Penyebab Kematian Daveigh Chase Terungkap, Komplikasi AIDS Jadi Penyebab Utama
Rabu / 01-07-2026, 15:11 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
NASA Janji Terbangkan Bola ke Bulan Jika Timnas AS Juara Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
PDIP: Putusan MK Hentikan Wacana Pilkada Lewat DPRD
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
Menteri Israel Usul Relokasi Warga Palestina dari Gaza, Mossad Terlibat
Rabu / 01-07-2026, 15:08 WIB
Kapolri Ungkap Pengungkapan Narkoba Senilai Rp10,4 Triliun Sepanjang 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:08 WIB
LE SSERAFIM Resmi Bergabung dengan BTS di iHeartRadio Music Festival 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:07 WIB
Perdebatan Publik soal Pandangan Konservatif Mark Lee soal Asmara
Rabu / 01-07-2026, 15:07 WIB
Xian dari USPEER Debut sebagai MC Spesial di 'K-Pop Up Chart Show' ENA
Rabu / 01-07-2026, 15:07 WIB
DPRD Jabar Soroti Defisit APBD 2026 dan Minta Transparansi Pengelolaan Anggaran
Rabu / 01-07-2026, 15:07 WIB
DJP Peringatkan Pedagang Online Jangan Akali Omzet, Siapkan Cross Check Data
Rabu / 01-07-2026, 15:07 WIB
G-Dragon Dikaitkan dengan Aktor Terpidana Yoo Ah In, Publik Bereaksi
Rabu / 01-07-2026, 15:05 WIB
Komdigi Beri Tenggat 3 Juli, 25 PSE Terancam Diblokir
Rabu / 01-07-2026, 15:05 WIB
Morgan Stanley Pangkas Proyeksi Harga Minyak, Pasar Terancam Oversupply
Rabu / 01-07-2026, 15:05 WIB






