Indonesia Perlu Perkuat Ekosistem Investasi untuk Jadi Primadona ASEAN
Indonesia dinilai perlu memperkuat ekosistem investasi yang aman, transparan, dan terhubung secara global agar mampu menjadi salah satu destinasi investasi terkemuka di kawasan ASEAN.
Selain dukungan kebijakan pemerintah dan infrastruktur, aspek konektivitas antardaerah juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor.
>>> Lionel Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Kini 18 Gol
Vice President Asia Pacific di World Trade Centers Association (WTCA), Scott Wang, mengatakan investor umumnya mempertimbangkan keamanan ekosistem investasi, transparansi kebijakan pemerintah, serta prospek jangka panjang sebelum menanamkan modal.
“Sisi ekosistemnya aman atau enggak? Bagaimana transparansi kebijakan pemerintahnya?
Karena itu jadi safe belt buat mereka untuk melihat, oh let's say 10 tahun ke depan gimana sih investasi yang akan kembali ke sini aman, kemudian ROI juga masuk,” ujar Scott di Jakarta, Selasa (23/4/2026).
Menurutnya, dari sisi kebijakan dan pembangunan infrastruktur, pemerintah memegang peran penting.
Sementara itu, dari perspektif WTCA, organisasi tersebut berupaya memperkuat konektivitas bisnis agar semakin banyak wilayah di Indonesia terhubung dengan jaringan perdagangan global.
Konektivitas Daerah Kunci Tarik Investor
Scott menjelaskan, saat ini jaringan WTCA telah hadir melalui World Trade Center di Jakarta dan akan berkembang ke Surabaya.
>>> Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK di Forum Mahasiswa
Namun, ia menilai potensi daerah lain di Indonesia juga perlu didorong agar memiliki akses konektivitas global yang lebih kuat.
“Sebentar lagi ada di Surabaya. Padahal daerah-daerah lain sebenarnya secara kompetensi itu bisa memperkenalkan konektivitas kita.
Selain di bagian timur ada di Makassar juga,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap wilayah di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang dapat diperkuat melalui jaringan internasional sehingga dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan investor untuk berinvestasi dalam jangka panjang.
“Jadi sebenarnya melihat itu lebih ke hal-hal yang kalau nanti orang-orang berinvestasi di sini akan bisa bikin lebih aman.
>>> 5 Lampu Emergency Awet untuk Pemadaman Listrik, Ada yang Tahan 50 Jam
Tentu saja trust, kalau WTCA sebagai sebuah global institution ini masih dipercaya, ya that's an added value ekosistemnya,” tutur Scott.
Update Terbaru
North West Pamer Tindikan Bibir di Paris Fashion Week
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB
Harga BBM Non Subsidi Turun, Pertamax Tetap Rp16.250 per Liter
Rabu / 01-07-2026, 11:14 WIB
Insentif EV Molor Lagi, Pemerintah Lebih Fokus Mobil Nasional
Rabu / 01-07-2026, 11:14 WIB
Film Obsession Tawarkan Teror Cinta Berujung Maut, Ini Sinopsis Horor Psikologis yang Viral di X
Rabu / 01-07-2026, 11:08 WIB
Teori Penggemar: Cyberpunk: Edgerunners Season 2 Bisa Berdarah di Awal
Rabu / 01-07-2026, 11:05 WIB
Badai Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Wartawan Senior Pensiun
Rabu / 01-07-2026, 11:05 WIB
Suami Sarah Gibson Kerja Apa? Diska Resha Putra Ternyata Pengusaha dan Pernah Jadi Manajer Klub Sepak Bola
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 2 - 5 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Mesin Pinball Lego Fungsional Jadi Set Terbaik Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Yordan Alvarez Pukul Grand Slam, Astros Kalahkan Twins 6-4
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Suporter Meksiko Teriakkan Nyanyian Homofobik ke Kiper Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Javier Aguirre Cadangkan Edson Alvarez di Laga Meksiko vs Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Chivas Akhiri Kemitraan dengan Puma, Bersiap Beralih ke Nike
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Cara Efektif Akses Sistem Baru Digitalisasi Bansos Mulai Oktober 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB






