Snowplow Parenting: Pola Asuh yang Bisa Hambat Kemandirian Anak
Pada tingkat yang lebih lanjut, pola ini bahkan bisa berlanjut hingga anak memasuki usia kuliah.
Misalnya, orang tua masih mengatur jadwal harian, mengingatkan tugas, hingga berkomunikasi dengan dosen atas nama anak.
Mengapa Orang Tua Melakukannya?
Ada berbagai alasan mengapa snowplow parenting bisa terjadi. Salah satunya adalah rasa khawatir yang berlebihan terhadap masa depan anak.
Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain: sikap terlalu melindungi karena tidak tega melihat anak gagal atau kesulitan; persepsi dunia yang berbahaya, terutama dipengaruhi oleh informasi dari media; pengalaman pribadi orang tua yang ingin 'menghindarkan' anak dari kesalahan yang sama; kecemasan dan kebutuhan mengontrol yang membuat orang tua sulit melepas kendali; tekanan sosial dan budaya yang menekankan prestasi akademik dan kesuksesan; serta persaingan sosial sehingga orang tua merasa anak harus selalu unggul dibanding yang lain.
Dampak Jangka Panjang pada Anak
Mengutip Verywell Mind, meski dalam jangka pendek snowplow parenting bisa membuat anak terlihat 'berhasil', dampaknya tidak selalu positif dalam jangka panjang.
Anak yang terbiasa 'dipermulus jalannya' berisiko mengalami beberapa hal berikut: kurangnya kemandirian karena terbiasa dibantu dalam banyak hal; ketergantungan pada orang lain sehingga sulit menyelesaikan masalah sendiri; kesulitan mengatur emosi, terutama saat menghadapi kegagalan; meningkatnya kecemasan karena tidak terbiasa menghadapi situasi sulit; serta sikap merasa berhak (entitlement), yaitu menganggap selalu layak mendapatkan bantuan atau perlakuan khusus.
>>> Kejari Jaksel Tak Tahan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ini Isi Surat Permohonannya
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat anak kesulitan menghadapi dunia nyata yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Update Terbaru
Statistik Amerika Serikat vs Bosnia: The Yanks Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Romelu Lukaku Bongkar Kunci Comeback Dramatis Belgia Singkirkan Senegal di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
BIFAN 2025 Dibuka dengan Rekor 321 Film, Rayakan 30 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Rico Waas Dorong Rakernas APEKSI Hasilkan Aksi Nyata untuk Daerah
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Negosiasi AS-Iran di Qatar Rampung, Fokus pada Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Fortuna Sittard Minati Ole Romeny, Bisa Satu Tim dengan Justin Hubner
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Polisi Gelar Rekonstruksi 6 Tempat Taufik Hidayat Sekap dan Siksa YTR
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
ITSEC Asia Investasi Rp11 Miliar di AI, Targetkan Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
Biaya Pesta Pernikahan Taylor Swift di New York Tembus Rp358 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
10 Pemain AS Kalahkan Bosnia 2-0, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 10:36 WIB
Trump Kantongi Rp192 Miliar dari Film Dokumenter Melania
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB
Samsung Galaxy A18 5G Dikabarkan Gunakan Chip Qualcomm Snapdragon
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB
Mencuci di Mesin Cuci Sebaiknya Pagi atau Malam? Ini Waktu Terbaik agar Hemat Listrik
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB
Skincare untuk Pemula: Panduan Dokter agar Tak Salah Pilih Produk
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB






