Bank Indonesia Luncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, meresmikan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.
Program ini digagas bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat kapasitas bisnis pelaku usaha sebelum mereka mendapatkan modal.
>>> PGN Perluas Akses Gas Bumi Melalui CNG Clustering di Sleman
Setiap peserta diwajibkan mengikuti pelatihan intensif selama 2 hingga 2,5 bulan. Pelatihan mencakup keahlian teknis produksi dan manajemen bisnis.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta harus melewati ujian kompetensi untuk meraih sertifikat resmi. Baru setelah itu mereka bisa mengikuti program magang di unit usaha yang sudah mapan.
Fokus pada Kompetensi, Bukan Modal Awal
Menurut Perry Warjiyo, program pemberdayaan sebelumnya terlalu fokus pada permodalan sejak awal. Padahal, kematangan kompetensi dan tata kelola bisnis adalah fondasi utama keberlanjutan usaha.
"Kalau untuk maju UMKM yang paling penting dulu pengalaman kita adalah kemampuan wirausahanya. Bukan uangnya dulu.
Wirausahanya dulu yang harus dilakukan," ujar Perry.
Ia menambahkan bahwa kewirausahaan tidak cukup hanya diajarkan di kelas. Praktik dan uji kompetensi menjadi bagian penting dari program ini.
>>> Reece James Sedih Marc Cucurella Pindah ke Real Madrid
Sistem magang menerapkan konsep 'nyantrik' seperti di pesantren. Peserta langsung ditempatkan pada jaringan usaha terkemuka sesuai bidangnya untuk menguji kesiapan mental di pasar nyata.
"Nah kalau sudah lulus dapat sertifikasi lagi. Setelah itu baru dikasih modal.
Modalnya belakangan," kata Perry.
Pendekatan berlapis ini diharapkan meminimalkan rasio kegagalan bisnis dan memastikan efisiensi penyaluran dana pembiayaan.
Pada tahun ini, program pembinaan difokuskan pada empat klaster sektor utama.
Yaitu Program Cangkir Barista untuk pengolahan kopi hilir, Citra Nusantara untuk kerajinan wastra tradisional, Air Berkah Indonesia untuk optimalisasi air minum pesantren, serta Tani Berkah untuk modernisasi pertanian komunitas pesantren.
Update Terbaru
Phoenix Mercury Jamu Seattle Storm dalam Laga Wilayah Barat
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Ticketmaster Alami Gangguan Teknis di Tengah Pengungkapan Pembicaraan dengan Trump
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Peringatan Dini: Arus Atlantik Melambat, Ilmuwan Khawatir Titik Kritis Iklim
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Ghana Hadapi Kolombia di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Relic Entertainment Rilis Company of Heroes 3: Final Stand, Game Bertahan Hidup Mandiri
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Inggris ke 16 Besar Piala Dunia, Hadapi Meksiko
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Menkeu Purbaya: RUU PFII Jadi Pilar Indonesia Menuju Pusat Keuangan Kelas Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Daftar 12 Tim Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 09:31 WIB
Momen Trump Ngobrol Bareng 'Roosevelt' Hasil AI Viral di Medsos
Jumat / 03-07-2026, 09:31 WIB
IKD Jadi Syarat Akses Perlinsos Digital untuk Daftar Bansos
Jumat / 03-07-2026, 09:31 WIB
Munas Perdana Srikandi Jaga Desa, Perkuat Peran Perempuan dalam Ketahanan Sosial dan Ekonomi
Jumat / 03-07-2026, 09:28 WIB
Australia vs Mesir: Sanggupkah Socceroos Jadi Penyelamat Wajah Asia?
Jumat / 03-07-2026, 09:28 WIB
Luis de la Fuente Puji Magis Mikel Oyarzabal Usai Spanyol Hajar Austria 3-0
Jumat / 03-07-2026, 09:28 WIB
Kejagung Resmi Banding Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem Makarim
Jumat / 03-07-2026, 09:28 WIB






