AAUI Dorong Asuransi Marine Cargo Optimalkan Ekosistem Digital
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mendorong industri asuransi umum untuk mengoptimalkan ekosistem digital guna meningkatkan kinerja lini asuransi marine cargo.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menilai pertumbuhan transaksi digital membuat perlindungan barang dalam perjalanan semakin relevan.
>>> SZA Terkejut 238 Lagunya Diduga Jadi Data Pelatihan AI Tanpa Izin
Kebutuhan perlindungan mencakup pengiriman domestik, internasional, hingga rantai distribusi dari gudang ke konsumen.
Situasi ini membuka peluang bagi perusahaan asuransi umum untuk meluncurkan produk yang lebih fleksibel dan sederhana.
Produk tersebut dapat diintegrasikan dengan platform digital, marketplace, pelaku supply chain, serta perusahaan logistik.
Dalam konteks e-commerce, proteksi marine cargo bisa diperluas tidak hanya untuk skala besar, tetapi juga pengiriman ritel dan komersial volume tinggi.
"Misalnya, perlindungan atas risiko barang hilang, rusak, terlambat, salah penanganan, hingga risiko selama proses penyimpanan sementara di gudang atau pusat distribusi," ujar Budi kepada Kontan, Sabtu (20/6).
Model kemitraan dengan platform digital dan logistik dapat menjadi strategi memperbesar basis premi. Proteksi tersebut bisa ditawarkan secara otomatis atau opsional saat transaksi pengiriman dilakukan.
Peluang Baru di Sektor Pergudangan dan E-commerce
Potensi asuransi marine cargo kini tidak hanya bertumpu pada aktivitas ekspor-impor konvensional. Peluang baru muncul dari sektor pergudangan, fulfillment center, e-commerce, dan pengiriman barang lintas wilayah.
>>> Lamine Yamal Cetak Gol Perdana di Piala Dunia 2026
Pendapatan premi marine cargo tahun ini dapat dioptimalkan dengan memperkuat kolaborasi bersama eksportir, importir, freight forwarder, perbankan, dan pelaku perdagangan komoditas.
Produk asuransi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
"Misalnya, perlindungan untuk pengiriman domestik dan internasional, stock throughput, proyek, komoditas strategis, barang e-commerce, hingga perluasan risiko yang sesuai dengan profil masing-masing tertanggung," jelas Budi.
Pertumbuhan premi diharapkan tidak sekadar mengandalkan kenaikan tarif.
Pelaku industri diimbau meningkatkan kualitas layanan, kecepatan penerbitan polis, kemudahan klaim, kejelasan wording, digitalisasi, edukasi, serta manajemen risiko.
Berdasarkan data AAUI per Maret 2026, klaim asuransi marine cargo naik 6,7% year on year (YoY) menjadi Rp 357 miliar.
>>> PT Nitrasanata Dharma Lepas 487 Juta Saham Lewat IPO
Sementara itu, perolehan premi lini ini terkontraksi 12,6% YoY menjadi Rp 1,49 triliun.
Update Terbaru
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Twenty Below Coffee Tutup Dua Lokasi di Fargo dan Moorhead
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Justin Wrobleski Dominasi Twins, Perkuat Peluang ke All-Star
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
RTX 3060 Kembali Dijual di Jerman, Tapi Harganya Lebih Mahal dari GPU Generasi Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Dave Roberts Raih Kemenangan ke-1.000 sebagai Manajer Dodgers
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Niall Horan Hadiri Wimbledon 2026 Bersama Kekasih, Bicara Kesuksesan Album Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Kemenperin: Penguatan HGBT Jadi Penopang Industri Nasional
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Syarat Terjadinya Integrasi Sosial di Masyarakat Menurut Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Cara Cepat Dapat Saldo DANA 10 Dolar Lewat Aplikasi Puzzle Seru 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB






