Amar Bank Perkuat Ekosistem Digital untuk Genjot Dana Murah
PT Bank Amar Indonesia Tbk memperkuat ekosistem digital dan pengalaman nasabah untuk menggenjot penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA).
Langkah ini diambil di tengah tren suku bunga tinggi dan persaingan ketat dalam menghimpun dana masyarakat.
>>> BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane Wardhana, mengatakan daya tarik bagi masyarakat untuk menyimpan dana tidak hanya bergantung pada suku bunga.
"Untuk meningkatkan CASA memang salah satu faktornya adalah suku bunga.
Tapi di sisi lain ada faktor lain seperti pengalaman nasabah ketika menggunakan ekosistem atau aplikasi Amar Bank itu sendiri serta fitur-fitur yang ditawarkan kepada nasabah ritel, UMKM maupun korporasi," ujar Kevin.
Manajemen perseroan saat ini mengembangkan dua jalur ekosistem utama, yaitu aplikasi Amar Bank untuk nasabah ritel dan aplikasi Amar Bank Bisnis untuk UMKM dan korporasi.
"Harapannya dengan menggunakan dua ekosistem tersebut kami bisa mendapatkan CASA yang kompetitif dan menambah jumlah nasabah baik dari segmen ritel, UMKM maupun korporasi," kata Kevin.
Kevin mengakui kenaikan BI Rate memicu perbankan lain mengatrol bunga simpanan, menjadi tantangan bagi perseroan.
"Kenaikan suku bunga yang dilakukan BI pada akhirnya meningkatkan level suku bunga yang ditawarkan oleh perbankan lain. Itu memang menjadi salah satu tantangan terbesar kami," ujarnya.
>>> Norwegia Kalahkan Irak 4-1 di Piala Dunia 2026, Haaland Borong Dua Gol
Meski demikian, manajemen optimistis kenyamanan bertransaksi dan kemudahan fitur digital menjadi pertimbangan krusial bagi nasabah.
"Selain suku bunga, ada faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan nasabah ketika mereka ingin melakukan penempatan dana di suatu bank.
Oleh karena itu kami akan terus mengembangkan ekosistem dan layanan digital kami," kata Kevin.
Hingga saat ini, Amar Bank belum mendeteksi perpindahan dana simpanan nasabah secara masif dari tabungan dan giro ke deposito.
"Untuk saat ini rasionya masih cenderung stabil sehingga tidak ada perubahan yang signifikan meskipun terjadi kenaikan suku bunga dalam waktu singkat," ujar Kevin.
Kondisi rasio stabil diperkirakan bertahan hingga akhir 2026 seiring proyeksi peningkatan aktivitas transaksi digital nasabah.
>>> Akses Stadion MetLife Piala Dunia 2026 Tuai Protes Suporter
"Untuk saat ini perubahan cost of fund tidak terlalu signifikan untuk bank kami. Kami masih melihat angkanya relatif stabil," kata Kevin.
Update Terbaru
Netflix Rilis Enola Holmes 3 dengan Sutradara Baru Philip Barantini
Rabu / 01-07-2026, 14:22 WIB
Belgium vs Senegal di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 14:22 WIB
Ekuador Lolos ke 32 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Jerman
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Colin Farrell Bergabung dengan Cast Film Netflix Bad Bridgets
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Profil BTR Finn: Roamer Agresif Bigetron yang Bawa Tim Juara MPL Season 17
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Oppo Reno 16 Hadirkan AI Snap Key yang Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Pikat Gen Z, Tren Busana Muslim Kini Beralih ke Warna Ekspresif dan Layering
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Shenina Cinnamon Pamer Baby Bump Makin Besar, Tampil Seksi dengan Tank Top Lace
Rabu / 01-07-2026, 14:20 WIB
Serbuan Mobil China dan Rencana Mobil Nasional Tunda Insentif EV
Rabu / 01-07-2026, 14:20 WIB
Harga iPad dan iPhone 17 Naik di Indonesia, Ini Daftarnya
Rabu / 01-07-2026, 14:20 WIB
Mariners Lakukan Penyesuaian Roster dan Lineup Jelang Lawan Angels
Rabu / 01-07-2026, 14:15 WIB
Daftar Keluarga Raffi Ahmad yang Menjabat di Pemerintahan dan BUMN, dari Bupati hingga Komisaris
Rabu / 01-07-2026, 14:15 WIB
Trump Ubah Sistem Pinjaman Mahasiswa Federal, Berlakukan Batas Baru
Rabu / 01-07-2026, 14:15 WIB






