Pengamat Soroti Tantangan Indonesia sebagai Negara Transit Pengungsi
>>> Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
"Fokusnya adalah memutus jaringan penyelundupan manusia, memperkuat pertukaran informasi, dan melakukan kampanye informasi agar calon pengungsi tidak mudah tertipu oleh janji bahwa Indonesia adalah jalur cepat menuju Australia," katanya.
Arie menegaskan bahwa upaya pengurangan arus masuk pengungsi tidak boleh dilakukan dengan menutup akses perlindungan bagi orang-orang yang membutuhkan suaka.
Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat mekanisme deteksi awal, registrasi, penanganan di titik kedatangan, serta kerja sama diplomatik agar tanggung jawab tidak hanya dibebankan kepada Indonesia sebagai negara transit.
Ia juga menambahkan bahwa Indonesia dapat mendorong lebih banyak skema solusi jangka panjang, termasuk penempatan ke negara ketiga, repatriasi sukarela saat kondisi negara asal sudah aman, dan skema jalur pelengkap seperti pendidikan, pelatihan, atau sponsor kemanusiaan.
"Indonesia perlu tetap menjalankan kewajiban kemanusiaan, tetapi negara tujuan dan komunitas internasional juga harus mengambil bagian yang lebih nyata dalam pendanaan, penempatan, dan penyelesaian jangka panjang bagi para pengungsi," ujarnya.
Senada dengan Arie, pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah mengatakan bahwa Indonesia dapat memperkuat diplomasi publik dan meningkatkan pengawasan di berbagai wilayah sehingga Indonesia tidak menjadi sasaran para pengungsi.
Menurut Reza, Indonesia dapat berkonsultasi dengan PBB agar wilayah-wilayah asal para pengungsi dapat dijadikan target praktik Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) negara-negara maju yang sesuai dengan kekhasan pembangunan mereka.
>>> Veda Ega Pratama Finis Kelima di Moto3 GP Ceko 2026
Indonesia juga dapat berkonsultasi dengan PBB agar UNHCR dan IOM melakukan program pemberdayaan bagi para pengungsi yang berada di Indonesia sehingga mereka mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Australia, kata Reza.
Update Terbaru
Zulhas Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung, Bukan untuk Supermarket
Kamis / 02-07-2026, 16:40 WIB
Huawei Band 11 Series Resmi Hadir di India dengan Layar AMOLED
Kamis / 02-07-2026, 16:40 WIB
Sinopsis Jiu Jitsu di Bioskop Trans TV: Nicolas Cage Lawan Alien
Kamis / 02-07-2026, 16:40 WIB
Puri Prince Umumkan Anime Pendek Dennō Isu Tantei Charlotte ~Dead Man's Hand~
Kamis / 02-07-2026, 16:36 WIB
Marlins Catat 20 Kemenangan di Juni, Kalahkan Rockies 14-3
Kamis / 02-07-2026, 16:36 WIB
Duel Pitcher: Zack Wheeler Hadapi Paul Skenes di Philadelphia
Kamis / 02-07-2026, 16:36 WIB
Jajak Pendapat: Jon Ossoff Unggul 13 Poin atas Mike Collins di Georgia
Kamis / 02-07-2026, 16:36 WIB
Marcus Smart Resmi Bergabung ke Houston Rockets dengan Kontrak Dua Tahun
Kamis / 02-07-2026, 16:35 WIB
realme P4x dengan Baterai 8.000 mAh, Pilihan HP Gaming Terjangkau
Kamis / 02-07-2026, 16:35 WIB
Mengenal Leapmotor B10, SUV Listrik China Siap Rilis di GIIAS 2026
Kamis / 02-07-2026, 16:35 WIB
Lakers Dapatkan Walker Kessler dengan Kontrak Rp2 Triliun
Kamis / 02-07-2026, 16:31 WIB
Steven Brunswijk Pindah ke Spanyol Setelah Selesaikan Kebangkrutan Sanisale
Kamis / 02-07-2026, 16:30 WIB
Tiket GIIAS 2026 Diskon 50%, Puluhan Mobil Baru Siap Meluncur
Kamis / 02-07-2026, 16:30 WIB
Kode Maple Tale Juli 2026: Daftar Kode Aktif dan Cara Redeem
Kamis / 02-07-2026, 16:21 WIB






