Rektor Unhas Tekankan Pentingnya Kesamaan Visi Ekonomi Biru
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya kesamaan visi dan misi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Prof Jamaluddin di Makassar, Sabtu, terkait pengembangan ilmu kelautan dan perikanan yang merupakan tanggung jawab bersama.
>>> KCS Versi Terbaru Tandai Babak Baru Menjelang Hari Jadi Kesembilan KuCoin
Menurutnya, besarnya potensi sumber daya maritim Indonesia menghadirkan peluang strategis sekaligus tantangan yang harus dijawab melalui sinergi dan kolaborasi.
Penguatan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Symarfish 2026 sebagai Wadah Kolaborasi
Salah satu upaya membangun ekosistem berkelanjutan adalah melalui pelaksanaan The 13th National and the 9th International Symposium on Marine and Fisheries (Symarfish) 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas ini dihadiri para ilmuwan dan praktisi dari berbagai negara.
“Apa yang dihasilkan dalam Symarfish ini akan kami sampaikan kepada para pengambil kebijakan.
>>> 5 Foundation Stick Dupe Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus
Forum ini menghadirkan pemikiran terbaik dari para ilmuwan dan praktisi yang berkontribusi dalam memperkuat ilmu kelautan dan perikanan Indonesia,” jelas Prof Jamaluddin.
Ketua Panitia, Wilma J. C.
Moka, PhD, menjelaskan sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan ini dengan total 90 abstrak makalah yang telah didaftarkan.
Para peserta berasal dari berbagai negara, mencerminkan semakin luasnya kolaborasi internasional dalam mendukung riset dan inovasi sektor maritim.
“Forum ini kami harapkan menghasilkan dampak nyata terhadap tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan,” ujar Wilma.
Symarfish 2026 menghadirkan beragam topik strategis, meliputi keanekaragaman hayati perairan, ekologi dan konservasi akuatik, oseanografi dan perubahan iklim, bioteknologi kelautan dan perikanan, akuakultur berkelanjutan, sistem informasi geografis kelautan dan perikanan, pencemaran dan ekotoksikologi perairan, pengolahan hasil perikanan, hingga sosial ekonomi kelautan dan perikanan.
Update Terbaru
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB






