15 Negara Uni Eropa Desak Pembentukan Pusat Migrasi di Luar Kawasan
Sebanyak 15 negara anggota Uni Eropa mendesak percepatan pembentukan pusat penerimaan migran di negara-negara ketiga di luar wilayah Uni Eropa.
Desakan itu tertuang dalam surat bersama yang dipelopori Italia dan Denmark, seperti dilaporkan media Politico pada Jumat.
>>> UE Tegaskan Dukungan untuk Ukraina dan Desak Rusia Gencatan Senjata
Dalam surat tersebut, lebih dari separuh anggota Uni Eropa menilai Eropa telah mengubah arah pembahasan mengenai isu migrasi di kawasan.
"Bersama-sama, kita telah mendefinisikan ulang pembicaraan Eropa mengenai migrasi.
Kini kita perlu menunjukkan hasil nyata yang memberikan dampak langsung bagi warga kita melalui solusi berbasis negara ketiga sesegera mungkin," bunyi surat tersebut.
Surat itu juga menyebut sejumlah negara Eropa saat ini sedang bekerja untuk menerapkan berbagai peluang baru serta membangun pusat-pusat penerimaan migran di luar wilayah Uni Eropa.
"Kami akan memimpin langsung upaya ini untuk memastikan visi kami dapat diwujudkan," lanjut isi surat itu.
>>> Ferrari Luce EV Laris di Thailand Meski Dikritik Desain
Dorongan itu muncul hanya beberapa hari setelah Parlemen Eropa menyetujui rancangan undang-undang yang membuka jalan bagi pembentukan pusat deportasi migran di negara-negara ketiga.
Pada pemungutan suara Rabu (17/6), perubahan aturan tersebut memperoleh dukungan 418 anggota parlemen, dengan 218 anggota menolak, sementara 30 lainnya memilih abstain.
Langkah itu menandai semakin kuatnya dukungan politik di Uni Eropa terhadap pendekatan baru dalam pengelolaan migrasi, termasuk proses dan penempatan migran di luar wilayah blok itu.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt berharap kesepakatan dengan negara-negara di luar Uni Eropa mengenai pembentukan pusat penampungan bagi migran yang permohonan suakanya ditolak dapat dicapai tahun ini.
>>> Olivier Giroud Bela Kylian Mbappe dari Tudingan Sifat Arogan
Menurut Dobrindt, pusat-pusat tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi Eropa untuk menangani tantangan migrasi secara lebih terstruktur.
Update Terbaru
Square Enix Buka Peluang Final Fantasy 15 Hadir di Switch 2
Sabtu / 04-07-2026, 20:52 WIB
Mantan Kepala MachineGames Kini Pimpin Arkane Lyon, Pengembang Marvel's Blade
Sabtu / 04-07-2026, 20:52 WIB
Arthur Fery Hadapi Zizou Bergs di Babak Ketiga Wimbledon
Sabtu / 04-07-2026, 20:50 WIB
JioStar Angkat Prashant Khanna Pimpin Hak Siar Olahraga dan Inovasi
Sabtu / 04-07-2026, 20:50 WIB
Jadwal Lengkap Liga Inggris Premier League 2026/2027, Daftar Pertandingan dan Jam Tayang
Sabtu / 04-07-2026, 20:50 WIB
Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi Transaksi, QRIS Jakarta Capai 38 Persen Nasional
Sabtu / 04-07-2026, 20:50 WIB
Beralih ke Samsung Galaxy, Fitur Google Ini Terasa Usang
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Cara Mudah Dapatkan 100 Ribu Saldo DANA dari Aplikasi Penghasil Uang 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Microsoft Mulai Pensiunkan Tiga Fitur Lama SharePoint, Pengguna Diminta Segera Migrasi
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Opera Luncurkan Paste Protect untuk Lindungi Clipboard dari Malware
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Mantan Engineer Microsoft Sindir Windows 11, Bikin Notepad Hanya 2,5 KB Tanpa AI
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce: Lena Dunham Bikin Lelucon Kasar dalam Pidato
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Kepala Sampai Benjol, Messi Akui Cape Verde Lawan Kuat
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Metode Modern Dobelkan Cuan Petani, Ongkos Tanam Susut Rp2,4 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB







