Maskapai dan bandara secara bersama-sama meminta penundaan sementara sistem pemeriksaan perbatasan biometrik Uni Eropa yang baru selama puncak liburan musim panas.

Mereka memperingatkan bahwa keterlambatan parah telah menyebabkan penumpang harus mengantre hingga lima jam.

>>> ShopeePay Dukung Digitalisasi UMKM dan Edukasi Keamanan Transaksi di KKM & DIGIMAFEST 2026

Kelompok industri penerbangan mengirim surat resmi kepada Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa, untuk meminta izin menghentikan pemeriksaan tersebut guna mencegah kondisi yang lebih buruk pada Juli dan Agustus.

"Kami telah mencapai titik kritis," kata kelompok industri ACI Europe yang mewakili bandara, serta Airlines 4 Europe dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional yang mewakili maskapai.

"Penumpang telah dipaksa mengantre lama di luar gedung terminal dan di apron terbuka karena fasilitas kontrol perbatasan tidak dapat memproses kedatangan dengan cukup cepat."

Organisasi tersebut mencatat bahwa keterlambatan berdampak langsung pada jadwal penerbangan, memaksa maskapai membuat keputusan operasional yang sulit di gerbang keberangkatan.

"Maskapai menghadapi pesawat setengah kosong saat waktu gerbang tutup, sementara penumpang terjebak dalam antrean kontrol perbatasan," kata kelompok industri tersebut.

Menurut mereka, banyak penerbangan mengalami keterlambatan lepas landas untuk menunggu penumpang yang terlambat, sementara pesawat lain berangkat tanpa penumpang yang terjebak karena otoritas bandara menghadapi tekanan yang tidak berkelanjutan menjelang masuknya 40 juta penumpang tambahan.

>>> Indonesia Polymer Award 2026 Dorong Inovasi Material untuk Perkuat Daya Saing Industri Nasional

"Beberapa wisatawan internasional mempertimbangkan kembali perjalanan ke Eropa karena prospek penundaan perbatasan yang berlebihan," kata kelompok industri tersebut.

"Ini merusak reputasi Eropa, pariwisata Eropa, dan konektivitas. Reputasi Uni Eropa dan kepercayaan pada kerangka regulasi sedang dipertaruhkan."