UE Tegaskan Dukungan untuk Ukraina dan Desak Rusia Gencatan Senjata
Para pemimpin Uni Eropa (UE) kembali menegaskan dukungan mereka yang tegas dan tidak tergoyahkan kepada Ukraina.
Dalam pertemuan Dewan Eropa di Brussels pada Kamis (18/6), mereka berjanji terus memberikan bantuan politik, finansial, kemanusiaan, militer, dan diplomatik.
>>> Ferrari Luce EV Laris di Thailand Meski Dikritik Desain
Dewan Eropa mendesak Rusia untuk menyetujui gencatan senjata penuh, tanpa syarat, dan segera.
Mereka menekankan bahwa hanya penyelesaian berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional yang dapat menghasilkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
"Jalan menuju perdamaian di Ukraina tidak dapat ditentukan tanpa Ukraina," kata Dewan Eropa dalam kesimpulannya.
Dewan juga menyambut pembukaan klaster negosiasi pertama dalam proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa pada 15 Juni.
Kecaman atas Eskalasi Rusia
Para pemimpin UE mengecam keras eskalasi serangan terbaru Rusia, termasuk serangan rudal dan drone yang menargetkan warga sipil serta infrastruktur energi.
Mereka juga mengecam serangan terhadap kompleks biara Kyiv-Pechersk Lavra yang terdaftar sebagai UNESCO.
>>> Olivier Giroud Bela Kylian Mbappe dari Tudingan Sifat Arogan
Dewan menyoroti kampanye disinformasi, ancaman terhadap kehadiran diplomatik UE di Ukraina, serta pelanggaran wilayah udara dan perairan teritorial negara anggota.
Secara khusus, mereka mengutuk insiden drone Rusia yang jatuh di Rumania dan mengancam keamanan warga UE.
UE menyatakan kesiapan berkontribusi pada jaminan keamanan bagi Ukraina, termasuk melalui Koalisi Sukarelawan dan kerja sama dengan Amerika Serikat.
Dewan menyerukan percepatan bantuan militer, khususnya sistem pertahanan udara, amunisi, drone, dan rudal.
Mereka juga menyambut penerapan sanksi terbaru yang menargetkan armada bayangan Rusia dan mendesak persetujuan paket sanksi ke-21.
>>> Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp47,22 Triliun pada Kuartal I/2026
UE kembali menegaskan tuntutan agar pelaku kejahatan perang dimintai pertanggungjawaban dan anak-anak serta warga sipil Ukraina yang dideportasi dapat dipulangkan.
Update Terbaru
Full Clearing Another World under a Goddess with Zero Believers Anime Rilis Cast, Staff, Tayang Oktober
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Dior Rancang Gaun Pengantin Haute Couture untuk Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Daripada UFC dan Pameran Sepi, Lebih Baik Hapus Electoral College dan Season Baru Game of Thrones
Sabtu / 04-07-2026, 18:46 WIB
Kemenhaj Fokus pada Pembinaan Jemaah dan Mitigasi dalam Evaluasi Haji 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
10 Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Kuliah 2026, Panduan Lengkap Berdasarkan Budget dan Kebutuhan
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Chrome Tetap Andalan, Tapi Brave dan Firefox Ambil Alih Tugas Berat
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
16 Anak Diselamatkan dari Rumah Kumuh di Ohio, Kondisi 'Hampir Liar'
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Adik Pemain NFL Calais Campbell Didakwa Membunuh Ibu Kandung
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Cara Praktis Menambah Saldo Dana Lewat 5 Langkah Mudah di Aplikasi Clear Blast 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:44 WIB
Tiga Alfa Romeo 8C Dijual Rp 15 Miliar, Satu Tak Pernah Dikendarai
Sabtu / 04-07-2026, 18:32 WIB
Kapolri Lantik Irjen Wibowo sebagai Kakorlantas Polri
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Pramono Ungkap Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Lampaui Washington DC
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Kiper Cape Verde Vozinha: Laga Seimbang, Kami Bisa Menang
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB
Kapolri Rombak 6 Kapolda: Aceh, Jabar, hingga Papua Barat Daya
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB







