Telkom Diproyeksikan Raup Laba Bersih Rp25,8 Triliun pada 2026
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diproyeksikan melanjutkan pemulihan kinerja keuangan tahun ini. Emiten telekomunikasi pelat merah itu diperkirakan mencatat lonjakan laba bersih signifikan.
Berdasarkan riset Kiwoom Sekuritas, Telkom ditaksir mampu membukukan laba bersih senilai Rp25,8 triliun sepanjang 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan tajam 45% secara tahunan (yoy).
>>> IHSG Anjlok 1,55 Persen ke Level 6.124 Usai BI Naikkan Suku Bunga
Pertumbuhan laba tersebut dibarengi estimasi pendapatan mencapai Rp150,8 triliun. Jumlah pendapatan ini memperlihatkan pertumbuhan 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Proyeksi positif ini selaras dengan panduan kinerja yang dikeluarkan manajemen Telkom. Sejumlah faktor utama menyokong prospek cerah emiten berkode TLKM tersebut.
Faktor Pendorong Kinerja
Faktor pendorong meliputi monetisasi layanan data yang terus berlanjut dan peningkatan kontribusi IndiHome. Nilai pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) seluler tetap berada di level solid.
Ekspansi layanan broadband serta program efisiensi yang konsisten turut memperkuat performa perusahaan. Kombinasi ini dinilai menjadi pendorong kuat profitabilitas perseroan.
Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, dalam risetnya menyebut kombinasi faktor tersebut diperkirakan mendorong pemulihan profitabilitas TLKM.
Dampak Buyback Saham dan Divestasi
Langkah korporasi berupa buyback saham senilai Rp4 triliun diprediksi memberi sentimen positif. Aksi ini diperkirakan dapat menaikkan nilai laba per saham (EPS).
>>> Elye Wahi Tetap Berangkat ke Piala Dunia 2026 Meski Diselidiki Dugaan Pengaturan Pertandingan
Di sisi lain, penataan portofolio melalui divestasi AdMedika juga tengah dilakukan. Langkah strategis ini diambil untuk memperkokoh fokus utama perusahaan pada lini bisnis digital inti.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Kiwoom Sekuritas mengeluarkan rekomendasi beli untuk saham Telkom. Target harga saham TLKM kini dipatok pada level Rp3.630 per lembar.
Valuasi Saham dan Risiko Industri
Penetapan target harga menggunakan pendekatan valuasi gabungan EV/EBITDA dan discounted cash flow (DCF) dengan melihat potensi pertumbuhan jangka panjang.
Target harga baru mencerminkan P/E forward 13,8 kali, EV/EBITDA 4,4 kali, serta PBV 2,2 kali.
Saat ini, TLKM diperdagangkan pada estimasi P/E 11,1 kali, lebih rendah dari rata-rata industri 14,25 kali.
>>> Moon Chae Won Resmi Umumkan Tanggal Pernikahan Akhir Juni
Meskipun prospek cerah, terdapat risiko utama yang perlu diperhatikan. Risiko tersebut meliputi tekanan pada ARPU, persaingan ketat, belanja modal tinggi, perkembangan teknologi, serta regulasi pemerintah.
Update Terbaru
Kubu Reza Gladys Sebut Aksi Rieke Diah Pitaloka Bela Nikita Mirzani Langgar Konstitusi
Jumat / 03-07-2026, 07:00 WIB
Bentrokan Penggerebekan Narkoba di Katingan, Satu Polisi Gugur
Jumat / 03-07-2026, 07:00 WIB
147 Federasi Buruh Bersatu Tuntut UU Ketenagakerjaan Berkeadilan
Jumat / 03-07-2026, 06:57 WIB
Menteri Ekraf Dorong Brand Lokal Go Global Lewat Jakarta X Beauty 2026
Jumat / 03-07-2026, 06:56 WIB
Lima Browser Eropa Tawarkan Alternatif Privasi dan Kedaulatan Data
Jumat / 03-07-2026, 06:56 WIB
Cara Memahami Standing Instruction Bansos dan Jadwal Pencairan KKS Mandiri 2026
Jumat / 03-07-2026, 06:52 WIB
Sekai Project Rilis Visual Novel Jewelry Hearts Academia di Barat
Jumat / 03-07-2026, 06:35 WIB
Kyle Lowry Resmi Pensiun Bersama Toronto Raptors
Jumat / 03-07-2026, 06:35 WIB
Film Kompilasi Maebashi Witches Emoemories: Blooming Witches Tayang 23 Oktober di Jepang
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
Michael Weatherly Kembali ke NCIS untuk Arc Sepanjang Musim 24
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
Jack Smith Bicara Ancaman Dakwaan Federal di MS NOW
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
California Selatan Perketat Aturan Kembang Api Akibat Risiko Kebakaran
Jumat / 03-07-2026, 06:29 WIB
Trump Debuts Pesawat Air Force One Renovasi Rp6,4 Triliun, Perpustakaan Palsu Jadi Sorotan
Jumat / 03-07-2026, 06:29 WIB
Penumpang Gelisah Paksa Pendaratan Darurat Pesawat United Express
Jumat / 03-07-2026, 06:28 WIB






