Bangkai Kapal Neraka Hofuku Maru Ditemukan di Perairan Filipina
>>> Morgan Oey dan Nirina Zubir Resmi Jadi Duta FFI 2026
Pesawat tempur Amerika Serikat melepaskan torpedo yang langsung membelah badan Hofuku Maru hingga tenggelam dalam waktu singkat.
Insiden maut tersebut merenggut nyawa sekitar 1.040 tawanan dari total sekitar 1.200 tentara Inggris dan Belanda yang berada di dalam kapal.
Beberapa orang sempat menyelamatkan diri dengan berenang menuju pantai, tetapi mereka kembali ditangkap oleh pasukan darat Jepang.
Pengabaian Hukum Internasional
Meskipun Konvensi Jenewa 1929 membatasi pemanfaatan tawanan perang sebagai tenaga kerja, militer Jepang mengabaikan aturan tersebut sepanjang Perang Dunia II.
Pihak Jepang berkilah bahwa mereka tidak pernah meratifikasi perjanjian internasional tersebut.
Para tawanan dipaksa melakukan kerja rodi berat di berbagai proyek strategis, mulai dari pembangunan rel kereta api, pelabuhan, pabrik, hingga sektor pertambangan.
Dari sekitar 132.100 personel militer Amerika Serikat dan Inggris yang ditawan, hampir sepertiganya atau sekitar 35.000 orang tewas akibat kelelahan ekstrem, malanutrisi, dan serangan penyakit.
Kondisi di dalam kapal pengangkut tawanan digambarkan sangat memprihatinkan karena minimnya sirkulasi udara, ketiadaan cahaya, serta kelangkaan makanan bagi korban yang dikurung berbulan-bulan.
Mengingat adanya sisa-sisa jasad manusia di dalamnya, situs bawah laut tersebut kini ditetapkan secara resmi sebagai kuburan perang.
Proses konfirmasi penemuan ini berawal dari deteksi awal menggunakan teknologi sonar yang dilanjutkan dengan penyelaman langsung guna memverifikasi struktur lambung kapal.
>>> Memahami Perbedaan Investasi Emas dan Perak untuk Strategi Finansial
Pemetaan lebih lanjut menggunakan kendaraan bawah air membuktikan bahwa Hofuku Maru telah hancur terbelah menjadi beberapa bagian, selaras dengan catatan sejarah pengeboman masa lalu.
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






