Kenaikan Suku Bunga Acuan Berpotensi Tingkatkan Risiko Kredit Bermasalah
Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah. Hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja asuransi kredit.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai dampak tersebut perlu diwaspadai. Keputusan BI menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% menjadi pemicunya.
>>> KONI Pusat Perkuat Hubungan Bilateral Lewat Diplomasi Olahraga di Kamboja
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset & Analisis, Heri Supriyadi, mengatakan kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya pinjaman. Hal itu berpotensi menambah risiko gagal bayar debitur.
"Begitu suku bunga naik, perusahaan-perusahaan yang biasa-biasa saja, yang tidak lagi tumbuh dan sebagainya itu akan semakin berat untuk membayar angsurannya.
Kemungkinan NPL menjadi lebih tinggi," ujar Heri dalam paparan kinerja industri asuransi umum AAUI di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Meski demikian, ia menegaskan tidak seluruh kredit yang beredar di Indonesia diasuransikan. Oleh karena itu, dampak kenaikan suku bunga terhadap industri asuransi kredit masih perlu dicermati lebih lanjut.
Kinerja Asuransi Kredit pada Kuartal I-2026
Data AAUI menunjukkan premi asuransi kredit pada kuartal I-2026 mencapai Rp 4,10 triliun. Angka ini tumbuh 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lini ini menjadi kontributor premi terbesar keempat industri asuransi umum dengan pangsa pasar 13,2%.
>>> Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Pimpin dengan Hattrick
Di sisi lain, klaim asuransi kredit tercatat sebesar Rp 4,20 triliun pada kuartal I-2026.
Nilai klaim tersebut meningkat 17% dibandingkan kuartal I-2025 sebesar Rp 3,59 triliun. Asuransi kredit menjadi penyumbang klaim terbesar industri dengan kontribusi 32,6% terhadap total klaim.
AAUI juga mencatat rasio klaim asuransi kredit mencapai 102% pada kuartal I-2026. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara lini usaha di industri asuransi umum.
Menurut Budi, industri perlu lebih selektif dalam mengelola risiko, terutama pada lini bisnis yang memiliki tingkat klaim tinggi.
"Kalau kemudian kecenderungan asuransi kredit ini makin tinggi dan sebagainya, nanti bukannya laba yang didapat, tetapi biaya. Sebab, begitu loss ratio naik, otomatis pencadangannya makin besar," jelasnya.
>>> Rusia Sambut Baik Kesepahaman AS-Iran Akhiri Konflik
Sebagai informasi, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 17-18 Juni 2026.
Update Terbaru
Bintang Obsession Bocorkan Film Horor Komedi Terbaru Curry Barker
Rabu / 01-07-2026, 18:30 WIB
Manga Soara and the House of Monsters Karya Hidenori Yamaji Diadaptasi Jadi Anime TV pada 2027
Rabu / 01-07-2026, 18:30 WIB
New York Mets Bayar Gaji Tahunan Bobby Bonilla Lagi
Rabu / 01-07-2026, 18:30 WIB
Polisi Ohio Tangkap Empat Dewasa Setelah Selamatkan 16 Anak dari Rumah Kumuh
Rabu / 01-07-2026, 18:29 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa Timur, Ratusan Ribu Jiwa Terancam
Rabu / 01-07-2026, 18:29 WIB
Cara Cepat Dapatkan Saldo DANA 10K dengan Menonton 1 Episode Drama
Rabu / 01-07-2026, 18:29 WIB
Pengujian One UI 9.0 Meluas ke Ponsel Galaxy Murah
Rabu / 01-07-2026, 18:28 WIB
Sinopsis Spider-Man: Homecoming di Bioskop Trans TV Hari Ini
Rabu / 01-07-2026, 18:28 WIB
Dua Lipa Resmikan Perpustakaan Berisi Koleksi Buku Terlarang di Portugal
Rabu / 01-07-2026, 18:28 WIB
São João da Madeira Uji Coba Pengiriman Obat Pakai Drone
Rabu / 01-07-2026, 18:28 WIB
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Minta Polri Perkuat Kepercayaan Publik dan Tingkatkan Integritas
Rabu / 01-07-2026, 18:27 WIB
Learner Tien Hadapi Marton Fucsovics di Wimbledon dengan Keunggulan Peringkat
Rabu / 01-07-2026, 18:25 WIB
Trump Gelar Dua Perayaan HUT AS, Khawatirkan Minimnya Pengunjung
Rabu / 01-07-2026, 18:25 WIB
California Jury Perintahkan Chris Brown Bayar 12,9 Juta Dolar
Rabu / 01-07-2026, 18:25 WIB






