PKP Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Hunian Tetap Pasca Bencana Sumatera
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan anggaran Rp2,2 triliun untuk percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pasca bencana di Sumatera.
Ia menyatakan bahwa kebijakan, program, dan anggaran telah siap.
>>> Mentan Lapor Prabowo: Cadangan Beras Nasional Cukup untuk 10 Bulan
Desain hunian tetap beserta prasarana, sarana, dan utilitasnya juga sudah menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan bata interlock presisi.
Pemerintah daerah telah membantu penyediaan lahan agar pembangunan segera berjalan.
Kementerian PKP juga menyiapkan 57 personel di Aceh, 35 personel di Sumatera Utara, dan 30 personel di Sumatera Barat.
Maruarar menyarankan pelibatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan tata kelola yang baik.
Teknologi RISHA akan digunakan untuk huntap komunal di Aceh dan Sumatera Utara, sedangkan bata interlock presisi di Sumatera Barat.
Koordinasi Lintas Kementerian
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat.
Rapat dipimpin Menteri Koordinator PMK Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas Percepatan dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera.
Turut hadir Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, serta perwakilan kementerian/lembaga, TNI, dan Polri.
>>> Portugal Ditahan Imbang Kongo, Ronaldo Tanpa Tembakan ke Gawang
Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Tim Pelaksana Satgas menyampaikan bahwa 33 kementerian dan lembaga terlibat dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Lima di antaranya telah menerima alokasi anggaran, sementara 20 lainnya masih berproses di Kementerian Keuangan.
Kementerian PKP menjadi prioritas karena pembangunan huntap komunal sangat dinantikan masyarakat. Tito berharap ada dukungan percepatan dari Kementerian Keuangan.
Ia menjelaskan dua jenis hunian disiapkan: hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Pembangunan huntara telah memasuki tahap akhir dengan sisa pekerjaan sekitar 3,09 persen.
Hunian tetap komunal menjadi tanggung jawab Kementerian PKP, sedangkan hunian di atas lahan milik masyarakat (in-situ) dilaksanakan oleh BNPB.
Pembangunan huntap melalui skema gotong royong bersama Yayasan Buddha Tzu Chi juga terus berjalan.
Total 2.603 unit huntap akan dibangun, terdiri dari 1.103 unit di Sumatera Utara, 1.000 unit di Aceh, dan 500 unit di Sumatera Barat.
>>> FAM Putus Kontrak Peter Cklamovski, Timnas Malaysia Tanpa Pelatih Jelang Piala AFF 2026
Target penyelesaian pada Oktober 2026.
Update Terbaru
Cuktech Power Bank 600 Meluncur dengan Daya 600W, Bisa Nyalakan Ketel dan Bor
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB
9 Merek Skincare Organik Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB
North West Pamer Tindikan Bibir di Paris Fashion Week
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB
Harga BBM Non Subsidi Turun, Pertamax Tetap Rp16.250 per Liter
Rabu / 01-07-2026, 11:14 WIB
Insentif EV Molor Lagi, Pemerintah Lebih Fokus Mobil Nasional
Rabu / 01-07-2026, 11:14 WIB
Film Obsession Tawarkan Teror Cinta Berujung Maut, Ini Sinopsis Horor Psikologis yang Viral di X
Rabu / 01-07-2026, 11:08 WIB
Teori Penggemar: Cyberpunk: Edgerunners Season 2 Bisa Berdarah di Awal
Rabu / 01-07-2026, 11:05 WIB
Badai Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Wartawan Senior Pensiun
Rabu / 01-07-2026, 11:05 WIB
Suami Sarah Gibson Kerja Apa? Diska Resha Putra Ternyata Pengusaha dan Pernah Jadi Manajer Klub Sepak Bola
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 2 - 5 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Mesin Pinball Lego Fungsional Jadi Set Terbaik Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Yordan Alvarez Pukul Grand Slam, Astros Kalahkan Twins 6-4
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Suporter Meksiko Teriakkan Nyanyian Homofobik ke Kiper Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Javier Aguirre Cadangkan Edson Alvarez di Laga Meksiko vs Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB






