Poliban dan ULM Dorong Digitalisasi UMKM Berkat Guru Kapuh
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendorong transformasi digital pada UMKM Berkat Guru Kapuh di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
>>> KJRI Johor Fasilitasi Pemulangan Empat Nelayan WNI dari Malaysia
Ketua Tim Pengabdian dari Poliban, Dr. Monika Handayani, menyatakan kegiatan berlangsung pada 15-18 Juni 2026 dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat.
Tema yang diangkat adalah "Digitalisasi Pencatatan Keuangan dan Pemasaran Online melalui Aplikasi Keuangan dan Website E-Commerce pada UMKM Berkat Guru Kapuh".
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam pengelolaan usaha berbasis teknologi digital. Fokusnya meliputi pencatatan keuangan, pengendalian biaya produksi, dan pemasaran online.
Hasil identifikasi awal menunjukkan masih ada tantangan dalam pengelolaan biaya produksi, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pencatatan keuangan, dan pemasaran digital yang belum optimal.
Tim pengabdian berupaya memberikan solusi aplikatif dan berkelanjutan agar UMKM dapat berkembang lebih profesional.
Inovasi yang Diberikan
Selain pelatihan, kegiatan ini menghasilkan inovasi yang diserahkan langsung kepada mitra UMKM.
>>> Swiss vs Bosnia: Ujian Tak Lebih Sulit dari Qatar bagi Granit Xhaxa cs
Tim menyerahkan aplikasi pencatatan keuangan digital dan website e-commerce yang dirancang khusus sesuai kebutuhan UMKM Berkat Guru Kapuh.
Aplikasi keuangan memungkinkan pelaku usaha mencatat transaksi secara tertib, memantau arus kas, menghitung laba-rugi, dan menyusun laporan keuangan sederhana secara digital.
Website e-commerce menjadi sarana pemasaran online yang menampilkan profil UMKM, katalog produk, informasi harga, kontak pemesanan, dan promosi produk ke masyarakat luas.
Tim juga menyerahkan alat penunjang produksi dan pemasaran untuk meningkatkan kapasitas usaha anggota UMKM.
Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas produk, memperkuat kemasan dan promosi, serta mendukung pengembangan usaha yang lebih kompetitif.
>>> Chery Indonesia Luncurkan Super Hybrid, Biaya Harian Rp13 Ribu untuk 40 Km
Dr. Monika Handayani menambahkan, "Kita upayakan UMKM lainnya juga dapat kita bina."
Update Terbaru
Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia 2026, Pecahkan Rekor Roger Milla
Jumat / 03-07-2026, 10:31 WIB
Hyundai Ioniq 3 Siap Melantai di GIIAS 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:31 WIB
Gempa M 6,2 Guncang Halmahera Utara, Tak Berpotensi Tsunami
Jumat / 03-07-2026, 10:31 WIB
Juli Penuh Tonggak Karier K-Pop: Comeback Spesial dari i-dle hingga KARD
Jumat / 03-07-2026, 10:30 WIB
IHSG Melesat 2,48 Persen ke 5.887 pada Awal Perdagangan Jumat
Jumat / 03-07-2026, 10:30 WIB
Logo HUT ke-81 RI: Panduan Penggunaan dan Link Download
Jumat / 03-07-2026, 10:29 WIB
Survei: Makin Banyak Warga Singapura Jadi Ateis
Jumat / 03-07-2026, 10:28 WIB
Sutradara Konfirmasi Pengembangan Cruella 2 Sudah Masuk Agenda
Jumat / 03-07-2026, 10:28 WIB
iQOO Z11i Resmi Meluncur: Layar 120Hz dan Baterai 6500mAh
Jumat / 03-07-2026, 10:28 WIB
6 Bunga Pembawa Rezeki dan Keberuntungan, Cocok untuk Ditanam di Rumah
Jumat / 03-07-2026, 10:28 WIB
4 Skincare untuk Pudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat, Rekomendasi Dokter Estetika
Jumat / 03-07-2026, 10:28 WIB
Urutan Makeup untuk Kulit Berminyak agar Bebas Kilap dan Tahan Lama
Jumat / 03-07-2026, 10:28 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.954 per USD Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah
Jumat / 03-07-2026, 10:14 WIB
Isu Messi Pensiun, De Paul: Argentina Belum Siap Kehilangan
Jumat / 03-07-2026, 10:14 WIB






